Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berencana memensiunkan atau menyuntik mati pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara. Rencana tersebut dilakukan demi merealisasikan transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir menyebut, perusahaan yang dipimpinnya akan selalu sejalan dengan rencana pemerintah. Termasuk salah satunya soal menyuntik mati PLTU.
"Kita tentunya kan selalu inline, selalu sejalan dengan kebijakan pemerintah. Di situlah juga kenapa kita berperan aktif dalam hilirisasi, dalam net zero emission. Kita sangat inline dan suportif, karena kita tahu pemerintah pasti lebih tahu mana yang baik dan mana yang diperlukan," ujar Garibaldi dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Adaro Energy di Jakarta, Kamis (11/5).
Baca juga : Sasar Pembangkit Listrik, Perusahaan Jepang Siap Gandeng Mitra Lokal
Kendati demikian, dia menyebut upaya tersebut tak bisa dilakukan secara langsung. Boy, panggilan akrabnya, menjelaskan, tentu butuh waktu untuk menghentikan operasi PLTU, upaya itu pun bisa dilakukan secara bertahap.
"Jadi, kita suportif, tapi itu takes time. Tadi saya bilang, nggak mungkin langsung, saya setuju banget bahwa PLTU yang tua-tua yang udah (berusia) 40 tahun itu masih jalan tuh," sambungnya.
Baca juga : Pandemi Covid-19 Mereda, Bisnis Agen Perjalanan pun Menggeliat
Menurutnya, PLTU yang sudah lama beroperasi menggunakan teknologi lama sehingga tidak ramah lingkungan. Namun, PLTU yang masih muda dengan teknologi terbaru. Sehingga suntik mati haruslah secara bertahap dan butuh waktu.
"Nah, PLTU-PLTU ini teknologinya teknologi yang sudah berjalan 40 tahun terus pasti karbon emisi gak bagus. Saya setuju banget (dipensiunkan). Tapi, dengan PLTU-PLTU yang baru-baru yang super ultra critical segala macam, ya, nanti bertahap. Apakah itu nanti 10, 15 atau 20 tahun lagi," lanjut Boy.
Adapun rencana memensiunkan PLTU digagas oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Februari 2023 lalu. Waktu itu, Menteri ESDM membentuk tim kerja Just Energy Transitions Partnership (JETP), yang siap bekerja merealisasikan kerja sama pendanaan transisi energi, dan salah satu tugasnya adalah menyelesaikan roadmap pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara.
"Timeline penghapusan PLTU akan kita buat, menunya sudah ada, nanti dipilih mana-mana dulu yang paling aplikable, paling implementable. Nanti jika sudah dipensiunkan akan diganti dengan pembangkit listrik dengan energi yang lebih bersih," ujar Arifin Tasrif pada Jumat (17/2) silam.
Untuk menentukan PLTU mana yang akan dipensiunkan, Arfin mengatakan Pemerintah nanti akan memilih PLTU yang berada di wilayah produksi listriknya berlebih yang sudah tidak efisien dan pembakaran yang sudah tidak sesuai spesifikasi awal. (Z-5)
Sepanjang 2025, sebanyak 22,9 juta ton barang berhasil dikelola oleh KAI Logistik (Kalog).
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan produksi batu bara Indonesia pada 2026 dipangkas menjadi kisaran 600 juta ton.
PEMERINTAH akan melakukan audit lingkungan terhadap lebih dari 100 unit usaha di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sebagai bagian dari evaluasi persetujuan lingkungan pascabencana.
Holding Industri Pertambangan Indonesia, Mind ID, terus memperkuat transformasi digital di sektor pertambangan nasional melalui penerapan inisiatif smart mining.
PEMERINTAH membidik lokasi proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) berlokasi tak jauh dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Energi merupakan salah satu komitmen utama Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah tengah mendorong optimalisasi migas, minerba.
Wacana penghentian insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) berpotensi menghambat laju transisi energi nasional.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merefleksikan dinamika isu energi nasional dan global sepanjang tahun 2025, sekaligus membahas arah kebijakan energi nasional pada tahun 2026.
Pertamina NRE kembali menunjukkan langkah strategisnya dalam transisi energi nasional dengan menandatangani nota kesepahaman bersama perusahaan Tiongkok.
Dukungan pembiayaan yang tepat, inklusif, dan berkelanjutan akan memastikan bahwa transisi energi tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga adil dan memberikan manfaat.
Selama kesenjangan antara narasi diplomasi iklim dan implementasi kebijakan dalam negeri tetap terbentang lebar, komitmen emisi net-zero 2060 akan terus menjadi tantangan besar.
Pemerintah memproyeksikan tambahan kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) akan tumbuh 2,5% hingga 3,2% per tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved