Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
EMITEN produsen furnitur, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) mencanangkan sejumlah strategi bisnis tahun ini guna mencapai target penjualan serta mendukung program pemerintah untuk meningkatkan produk dalam negeri yang berdaya saing melalui sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Dalam kegiatan itu, CINT mendapatkan penghargaan sebagai perusahaan pemenang Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) 2023 dari Kementerian Perindustrian.
P3DN adalah program yang dianjurkan Pemerintah guna mendorong masyarakat agar lebih menggunakan produk dalam negeri dibandingkan dengan produk impor.
Baca juga : Kinerja Ekspor Industri Pengolahan Sedang Lesu
CINT didaulat sebagai Juara 1 untuk Kategori Produsen Industri Besar P3DN karena memiliki produk furnitur berkualitas, Standar Nasional Indonesia (SNI), dan bersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Presiden Direktur Chitose Internasional Kazuhiko Aminaka mengatakan, TKDN memang menjadi salah satu preferensi untuk menentukan pemenang dalam proses pengadaan barang/jasa di instansi pemerintahan.
Baca juga : Nilai Ekspor Indonesia pada Maret 2023 Capai US$23,50 Miliar
Sebab itu, tahun lalu sertifikasi TKDN menjadi salah satu yang dilakukan CINT selain meningkatkan riset dan pengembangan (R&D), menetapkan tim dan target ESG, serta mengimplementasikan aplikasi sistem informasi, salah satunya ERP SAP S/4HANA.
“Saat ini, kami didukung lima brand yakni Zao, Chitose, Okamura, Dragon, dan C-Pro dengan total mencapai 300 item product. 179 produk telah tersertifikasi TKDN dengan tingkat TKDN rata-rata diatas 50%.,” kata Kazuhiko, dalam Paparan Publik di Showroom Chitose, Baros-Cimahi, Jawa Barat, Senin (17/4).
Direktur sales dan marketing perseroan CINT Susanto menyampaikan, tahun ini, sejumlah strategi disiapkan guna mendorong pertumbuhan bisnis yakni mempercepat proses sertifikasi TKDN, fokus pada proyek-proyek prospektif lewat kerja sama dengan pemerintah, optimalisasi pasar ekspor dan implementasi sistem Original Equipment Manufacturer (OEM).
“Kami juga akan meningkatkan kerja sama dengan direct holding atau kepemilikan langsung untuk penetrasi daerah potensial, menggelar customer dan agent gathering, dan meningkatkan optimalisasi pengembangan produk, baik furnitur maupun produk C-Pro sesuai dengan kebutuhan lokal dan ekspor,” imbuh Susanto.
Tak hanya itu, CINT juga terus menguatkan kembali fondasi dan menyelaraskan tujuan serta berkomitmen untuk memberikan kualitas produk dan layanan yang tinggi melebihi ekspektasi konsumen.
Pengembangan produk-produk baru juga akan terus direalisasikan dengan melihat tren dan perkembangan pasar terkini.
“Kami berupaya memperkuat daya saing dengan mengembangkan berbagai varian produk baru, salah satunya Air Mattress berupa kasur, bantal, bantal duduk, travel mat, yang diproduksi dengan menggunakan teknologi modern dan sangat baik untuk kesehatan.”
Direktur Keuangan Chitose Raden Nurwulan Kusumawati mengatakan, kinerja bisnis tahun ini diharapkan semakin membaik dengan mencatatkan laba bersih mengingat tahun lalu perusahaan mampu memangkas rugi bersih hingga 92,33%, dari rugi bersih Rp98,21 miliar di 2021 menjadi hanya rugi Rp7,53 miliar.
Perseroan juga mampu meraih laba bruto tahun lalu sebesar Rp144,23 miliar, meroket 909% dari tahun sebelumnya Rp14,30 miliar. Sementara itu, total pendapatan sebesar Rp437,62 miliar, naik 52,40% dari 2021 Rp287,15 miliar dan mencapai 125,91% dari target yang ditetapkan.
Penjualan lokal menyumbang 94,38% atau Rp413,02 miliar, sedangkan ekspor 5,62% atau Rp24,59 miliar. Adapun volume produksi mencapai 668.611 unit, naik 5,82% dari 2021 sebesar 631.844 unit.
“Kami bersyukur dapat menutup tahun lalu dengan capaian kinerja yang baik. Dengan kinerja itu, kami mampu mencatatkan peningkatan penjualan 52,40% dan mendorong perbaikan kinerja profitabilitas,” kata Nurwulan.
Tahun ini, perseroan mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditur/capex) sebesar Rp2,5 miliar. Tak hanya itu, perseroan juga akan membagikan dividen sebesar Rp1 miliar. Dividen itu akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 21 Maret 2023 pukul 16.00 WIB dan akan dibagikan pada 17 Mei 2023.
Dari sisi neraca keuangan, ekuitas perusahaan tercatat Rp340,06 miliar dari tahun sebelumnya Rp349,51 miliar, sementara itu kewajiban naik 6,16% menjadi Rp151,99 miliar dari Rp143,18 miliar. (RO/Z-5)
Pemerintah terus memperkuat kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dengan menjadikan pengadaan negara sebagai penggerak utama industri nasional.
perjanjian dagang antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) dinilai sangat merugikan Indonesia.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartsasmita menegaskan bahwa reformasi Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bakal diawasi secara ketat.
PT Graha Teknomedika (GTM) menandai babak baru bagi industri alat kesehatan nasional dengan meluncurkan produksi ventilator dan anesthesia machine.
Kebutuhan kereta api di Tanah Air terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan jalur yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi baru.
Penghapusan atau pembebasan syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang menjadi bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat berlaku terbatas.
Energi panas bumi yang dikelola PGE dipandang mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung peningkatan bauran EBT nasional.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
EMITEN manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis akan dapat meraih target penjualan sebesar Rp6 triliun pada 2025.
USAI lepas status suspend, saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menembus batas auto rejection atas (ARA) selama enam hari berturut-turut. Investor
Rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah metode perhitungan free float saham di Indonesia perlu dikaji secara cermat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved