INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan menguat menjelang laporan neraca perdagangan dalam negeri periode Maret tahun ini. Pada Senin (17/4), IHSG tercatat dibuka menguat 3,50 poin atau 0,05% ke posisi 6.822,07. Indeks LQ45 naik 0,76 poin atau 0,08% ke posisi 951,67.
"Pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh sentimen domestik dan global," ujar Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam keterangannya seperti dilaporkan Antara.
Baca juga: IHSG dan Rupiah Kompak Melemah Pagi Ini
Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan kembali surplus US$3,99 miliar dolar pada Maret kemarin atau turun dari US$5,48 miliar pada bulan sebelumnya. Sementara itu, ekspor dan impor diperkirakan terkontraksi ke 15% year on year (yoy), dan 14,45% yoy pada Maret 2023.
Bank Indonesia (BI) akan menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) mulai Senin (17/4) hingga Selasa (18/4) dalam rangka menetapkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) yang diperkirakan masih akan bertahan di level 5,75%.
Lebih lanjut, cadangan devisa nasional meningkat menjadi US$140,3 miliar pada Maret 2023, yang merupakan jumlah terbesar sejak November 2021 didorong oleh kenaikan penerimaan pajak serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
Baca juga: IHSG Berpotensi Koreksi Setelah Dibuka Melemah
Sementara itu, bursa AS ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan lalu, seiring serangkaian data indikator ekonomi AS yang beragam, menegaskan kembali potensi The Fed menaikkan suku bunga.
Sejumlah data ekonomi beragam, termasuk penjualan ritel, produksi industri, dan sentimen konsumen memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga 25 basis poin lagi pada pertemuan bulan depan.
Fokus tertuju pada rilis kinerja kuartal I-2023 bank bank besar pada pekan ini, yang menjadi petunjuk seberapa besar pengaruh krisis keuangan di AS. (Z-6)