Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), emiten yang memproduksi makanan bayi dengan merek Nayz berhasil meningkatkan kinerja profitabilitas secara signifikan pada 2022.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir 31 Desember 2022, NAYZ membukukan laba bersih Rp2,15 miliar, atau naik secara signifikan sebesar 139 persen dari pencapaian pada periode sebelumnya 2021 yang hanya Rp898 juta.
Peningkatan perolehan laba bersih itu didorong peningkatan pendapatan usaha. NAYZ tercatat berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp42,2 miliar, atau naik 169 persen dari omset perolehan pada tahun periode 2021 sebesar Rp25 miliar.
Baca juga : Victoria Care Indonesia Capai Hasil Positif pada Kuartal IV 2022
Berdasarkan laporan keuangan, jaringan kemitraan menjadi kontributor penjualan terbesar dengan menyumbang 40 persen dari total penjualan Perseroan, disusul distributor sebesar 37 persen, dan sisanya jaringan ritel 24 persen.
Seiring dengan kenaikan penjualan, NAYZ turut melaporkan peningkatan beban pokok penjualan. Segmen ini mencapai Rp23,3 milyar sepanjang 2022. Segmen tersebut naik hingga 54 persen dibandingkan dengan 2021 sebesar Rp15,1 miliar. Kenaikan terbanyak diperoleh dari kenaikan pemakaian bahan baku sebesar Rp20,1 miliar, naik 65 persen YoY dari Rp12,2 miliar di periode sebelumnya.
Baca juga : Peningkatan Aset dan DPK Jadi Capaian Kunci BNC pada 2022
Sementara itu, sesuai rencana bisnis, NAYZ saat ini sedang menyiapkan proyek pembangunan pabrik baru yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pembangunan direncanakan akan dimulai pada tahun ini dan ditargetkan selesai pada 2024.
Nayz juga terus memperluas jaringan melalui pengembangan jalur modern trade yang sudah berjalan, serta menambah channel baru penjualan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta. Channel baru ini direncanakan segera berjalan di Q2 2023.
“Target kami saat ini peningkatan volume penjualan di semua channel untuk meningkatkan market share, oleh karena itu kapasitas produksi pabrik baru nantinya akan meningkat agar supply tidak terhambat," kata Luthfiel Hakim, pemilik NAYZ.
“Kami bersyukur atas pencapaian di tahun 2022, dan kami akan terus berkomitmen memperkuat kinerja Perseroan dengan fokus memproduksi varian produk berkualitas, meningkatkan penjualan, dan berupaya membantu pemerintah sesuai tema yang digaungkan Presiden RI, yaitu memberantas stunting dengan makanan alami. Tentu saja, makanan alami adalah jiwa dari produk Nayz,” tutup Luthfiel. (RO/Z-5)
Energi panas bumi yang dikelola PGE dipandang mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung peningkatan bauran EBT nasional.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
EMITEN manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis akan dapat meraih target penjualan sebesar Rp6 triliun pada 2025.
USAI lepas status suspend, saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menembus batas auto rejection atas (ARA) selama enam hari berturut-turut. Investor
Rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah metode perhitungan free float saham di Indonesia perlu dikaji secara cermat.
Sesuai dengan Anggaran Dasar, Perseroan bergerak dalam bidang Usaha Asuransi Umum Konvensional. Perseroan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 29 Desember 2003
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal II tahun 2024.
Penghargaan menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menciptakan tempat kerja kondusif guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan bisnis perseroan.
PERUSAHAAN pengembang properti PT Intiland Development Tbk (Intiland; DILD) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2023.
Di kuartal 1 2024, Perseroan sukses membukukan peningkatan pendapatan sebesar 14,6% menjadi Rp338,5 miliar, naik dari periode sama tahun sebelumnya.
Laba bersih perseroan juga tercatat tumbuh 20% YoY, dari Rp39,2 miliar di 2023 menjadi Rp47,1 miliar di 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved