Kamis 16 Maret 2023, 14:20 WIB

Pertamina Pindahkan BBM Ritel Depo Plumpang ke Kalibaru

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Pertamina Pindahkan BBM Ritel Depo Plumpang ke Kalibaru

MI/Susanto
Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati (tengah) saat RDP dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (16/3).

 

PT Pertamina (Persero) akan memindahkan sebagian operasional dari Depo atau Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Plumpang ke lahan milik PT Pelindo di Kalibaru, kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Operasional yang akan dipindahkan yakni, BBM ritel.

Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, rencana pemindahan tersebut diperlukan karena membutuhkan lahan yang lebih luas dibanding yang ada di Depo Plumpang. Kondisi saat ini, jarak antara Depo Plumpang ke perumahan warga saling berdekatan.

"Setiap harinya ada pengiriman 1.000 mobil tangki (dari Depo Plumpang). Ini perlu area yang lebih aman dan butuh tambahan ruas jalan," kata Nicke saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Kamis (16/3).

Baca juga : Melayani Warga Negara di Tanah Sengketa

Nicke menyebut tempat baru relokasi BBM ritel tersebut diberi nama Green Multipurpose Terminal Kalibaru yang memiliki luas 32 hektare dan akan memproduksi produk energi hijau seperti petrochemical, hidrogen, bio fuel dan lainnya.

"Jadi, sejak tiga tahun lalu kami sudah berencana membangun Green Multipurpose Terminal Kalibaru. Nantinya BBM ritel akan didesain lebih baik di tempat baru," ucapnya.

Sementara itu, untuk operasional bisnis gas elpiji, pelumas atau lubricant, lubricant technology center masih ditempatkan di Depo Plumpang.

Namun, pemindahan sebagian operasional BBM dari Depo Plumpang ke Kalibaru membutuhkan waktu sekitar lima tahun. Sehingga, Nicke menegaskan untuk penanganan jangka pendek lebih diutamakan membangun buffer zone atau wilayah penyangga antara Depo Plumpang dengan perumahan warga Tanah Merah.

Dirut Pertamina menambahkan, di 2009 sebetulnya sudah direncanakan membangun buffer zone sepanjang 100 meter, namun tidak terealisasi.

"Ini tinggal bom waktu saja, karena memang ada risiko tinggi antara depo dengan rumah warga. Jadi, pembangunan buffer zone ini menjadi hal urgen untuk keselamatan bersama," pungkasnya. (Z-4)

Baca Juga

Dok. Medcom.id

Balpress Barang Bekas Impor Ilegal Senilai Rp80 Miliar Dimusnahkan

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Selasa 28 Maret 2023, 19:01 WIB
Sebanyak 7.365 balpress barang bekas impor ilegal senilai Rp80 miliar dimusnahkan di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) Dirjen Bea Cukai,...
Dokumentasi pribadi.

Sasar UKM, Social Bread Raih Dana Segar Rp6 Miliar

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Maret 2023, 18:10 WIB
Social Bread mengumumkan peraihan pendanaan praawal senilai US$400.000 (sekitar Rp6 miliar) yang dipimpin oleh East Ventures. Putaran...
Ist

Dukung Mudik Lebaran, Pelita Air Datangkan Pesawat Kelima

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Maret 2023, 17:37 WIB
Dengan kedatangan armada baru tersebut, saat ini Pelita Air telah memiliki 5 pesawat Airbus A320 dari rencana total 18 pesawat Airbus A320...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya