Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (28/2) sore menguat. Ini seiring pasar mengantisipasi kebijakan hawkish Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya.
Nilai tukar rupiah naik sembilan poin atau 0,06% ke posisi 15.261 per dolar AS dibandingkan posisi pada perdagangan Senin (27/2) sore 15.270 per dolar AS. "Inflasi harga PCE yang kembali tinggi membuat kebijakan hawkish The Fed kembali berlanjut," kata analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS tidak termasuk makanan dan energi atau Indeks PCE inti meningkat ke level 4,7% secara tahunan (year on year/yoy) pada Januari 2023 dari 4,6% (yoy) pada Desember 2022. Realisasi tersebut lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 4,3%.
Berdasarkan konsensus pasar (CME Group), pasar uang memperkirakan The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) di Maret lalu terus naik sampai menjadi 5,5% pada 2023. Reny menuturkan konsensus tersebut berbeda jika dibandingkan dengan proyeksi The Fed pada Desember 2022 yang akan menaikkan Fed Funds Rate sampai level 5,25% pada 2023 sejalan dengan perkembangan inflasi yang diharapkan terus menurun mendekati target Bank Sentral AS yang berada di posisi 2%.
Ekspektasi pasar bahwa The Fed harus menaikkan suku bunga lebih dari perkiraan semula. Ini menguat menyusul serangkaian data ekonomi optimis dari Amerika Serikat. Karenanya, greenback melemah dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, pasar sedang menunggu data-data penting ekonomi AS seperti data inflasi Februari dan data tenaga kerja AS. Pasar juga menantikan data inflasi Februari di Indonesia.
Rupiah pada Selasa pagi dibuka menguat ke posisi 15.230 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran 15.223 per dolar AS hingga 15.265 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa meningkat ke posisi 15.240 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya 15.274 per dolar AS. (Ant/OL-14)
EKONOM Indef Rizal Taufikurahman, menilai probabilitas pelemahan rupiah di awal perdagangan cukup tinggi seiring meningkatnya konflik Iran-Israel dan Amerika Serikat.
Mata uang rupiah ditutup melemah ke 16.787 per dolar AS (27/2). Ketegangan Iran-AS dan tarif panel surya 104% jadi pemicu utama. Simak ulasan lengkapnya.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Nilai tukar rupiah melemah ke 16.829 per dolar AS pada 24 Februari 2026. Simak analisis penyebab tekanan eksternal dan proyeksi suku bunga The Fed di sini.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved