Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN RI Joko Widodo untuk kali kedua mengultimatum agar pasar modal bersih dari praktik saham gorengan, agar tidak terulang kasus Jiwasraya atau seperti Adani Group di India.
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kristian Manullang mengungkapkan BEI melakukan pemantauan atas seluruh transaksi yang terjadi di pasar modal, melakukan tindakan pengawasan, melakukan pemeriksaan dan melakukan koordinasi pengawasan transaksi dengan self regulatory organization (SRO) lain dan OJK.
"Bursa juga memberikan notasi khusus dan selanjutnya memasukkan ke dalam pemantauan khusus kepada saham-saham tertentu yang memiliki catatan khusus terkait fundamental dan volatilitas harga," kata Kristian.
Bursa melakukan immediate action terhadap para nasabah melalui anggota bursa (AB), sebagai upaya preventif untuk mengingatkan nasabah terkait perilaku transaksinya.
Bursa juga mengenakan auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB) atas order saham yang mencapai level harga tertentu.
"Semuanya ini bertujuan untuk perlindungan investor. Kami juga melakukan edukasi dan sosialisasi kepada investor agar investor memahami hal-hal yg harus diperhatikan dalam bertransaksi sebagai salah satu upaya perlindungan investor," kata Kristian.
Baca juga: BEI Enggan Tanggapi Isu IPO RANS Entertainment
Sebelumnya, Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia, mengatakan tujuan utama pembentukan papan baru itu untuk melindungi investor dan mengingatkan para pemodal terhadap saham yang sedang masuk radar pemantauan BEI.
"Contohnya, perusahaan yang tidak mendapatkan revenue, kalau kami tidak menempatkannya di tempat khusus, maka investor hanya melihat pergerakan harga sahamnya saja," Nyoman.
Papan Pemantauan Khusus akan diluncurkan pada Semester I-2023 dan pada masa transisinya akan menerapkan metode hybrid. Sedangkan, penerapan secara full call auction akan diluncurkan awal Semester II-2023.
BEI akan memberlakukan dua ketentuan, untuk emiten yang masuk Papan Pemantauan Khusus karena persoalan kriteria likuiditas perdagangan, akan diperdagangkan secara periodik call auction dengan batas auto-rejection atas 10 persen dan batas bawah Rp1 per saham.
Sedangkan, bagi emiten yang masuk ke dalam Papan Pemantauan Khusus akibat kriteria lainnya, tetap diperdagangkan secara continuous auction dengan auto rejection atas sebesar 10 persen dan batas bawah Rp50.
Penghuni Papan Pemantauan Khusus merupakan emiten yang memiliki Notasi Khusus X atau sedang berada di Daftar Efek Pemantauan Khusus.
Per hari ini, emiten di tersebut sebanyak 153 Perusahaan Tercatat, belum termasuk tiga saham preferen dengan Notasi Khusus X, yakni saham seri B Centex Tbk (CNTB), Mas Murni Tbk (MAMIP) dan saham seri B Hanson International Tbk (MYRXP).
"BEI ingin mengisolasi perusahaan-perusahaan ini, sehingga investor aware dengan apa yang sedang terjadi untuk proteksi kepada investor," kata Nyoman. (OL-17)
UBS menggelar UBS OneASEAN Summit untuk ke-14 kalinya dengan menghadirkan lebih dari 850 investor institusional, pembuat kebijakan, serta pemimpin industri dari berbagai negara.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved