Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menargetkan penambahan produksi dan lifting atau produksi siap jual minyak dan gas (migas) di tahun ini.
Produksi migas dari 1,018 juta barel setara minyak per hari (mboepd) pada tahun lalu, naik menjadi 1,055 juta mboepd di tahun ini.
"Adapun liftingnya kita juga targetkan naik 5% dari 887 ribu barel setara minyak per hari menjadi 900 ribu barel setara minyak per hari," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).
Dengan adanya target produksi minyak satu juta barel minyak per hari dan gas sebesar 12 miliar kaki kubik per hari (bscfd) pada 2030, alokasi total belanja modal atau capital expenditure (capex) Pertamina akan masih banyak terserap di sektor hulu (upstream).
Dari capex terbesar Pertamina pada 2022-2026, sebesar US$34 miliar untuk upstream dan hilir (downstream) sebesar US$28 miliar.
Ditambahkan Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional (KPI) Taufik Aditiyawarman, saat ini pihaknya tengah menggarap sejumlah proyek kilang. Seperti peningkatan kilang atau refinery development master plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kilang ini akan meningkatkan kapasitas produksi dari 260 kilo barrel per day/kbpd (ribu barel per hari) menjadi 360 kbpd. Progres proyek tersebut mencapai 66%.
"Untuk mendukung RDMP Balikpapan kami juga sedang menyiapkan Terminal Lawe-Lawe Balikpapan untuk penyediaan crude tank 2x1 juta barel. Progresnya 43%," jelasnya.
Target selanjutnya ialah pembangunan kilang minyak baru (Grass Root Refinery/GRR) Tuban di Jawa Timur. Saat ini progresnya tengah disiapkan final investment decision (FID). (OL-8)
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
INSTITUTE for Essential Services Reform (IESR) menyoroti capaian rata-rata lifting minyak bumi (termasuk Natural Gas Liquid/NGL) pada 2025 sebesar 605,3 ribu barrel per hari.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melelang delapan blok migas.
Komitmen PHE OSES dalam menurunkan emisi dari sektor hulu migas kembali memperoleh pengakuan nasional.
KETUA Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mengapresiasi capaian sektor hulu migas nasional.
Lampaui Target, Lifting Minyak Bumi 2025 Capai 605,3 Ribu
ANGGOTA Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Yulisman, menekankan perlunya percepatan eksplorasi minyak nasional.
RUU Migas harus memberikan kepastian fiskal dan perpajakan yang selaras dengan keekonomian wilayah kerja.
Tantangan peningkatan lifting migas tidak semata-mata bersumber dari faktor teknis atau ekonomis, tetapi juga dari aspek keandalan operasi di lapangan.
South Sumatra Block (SSB), salah satu tulang punggung pasokan gas domestik di bawah pengelolaan Medco E&P, telah mencatat produksi gas mencapai 53,6 juta standar kaki kubik per hari
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved