Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA waktu terakhir industri pelayaran mengalami penurunan harga signifikan. Tak pelak, kondisi ini menguntungkan perekonomian Indonesia karena dengan turunnya ongkos pelayaran, maka diharapkan angka ekspor Indonesia semakin meroket.
Direktur Hiro Handelaar Indonesia Eva Fauzia mengakui, dengan turunnya ongkos pelayaran mendorong para stakeholder untuk memanfaatkan kesempatan mengirimkan barang-barangnya ke luar negeri.
"Kami bersyukur dampak ini baik untuk semua pihak. Pesanan untuk barang-barang di pabrik akan kembali naik. Para importir dan eksportir juga ingin menikmati kesempatan ini. Kondisi ini baik untuk pertumbuhan ekonomi negara di tengah situasi ekonomi global belakangan ini, terutama sejak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu," katanya di Jakarta, Sabtu (4/2).
Selain berpengaruh positif untuk importir dan eksportir, persaingan ketat juga terjadi di antara sesama perusahaan pelayaran. Kondisi ini, kata Eva, benar-benar dimanfaatkan untuk menciptakan servis baru yang sangat menarik.
"Seperti CMA-CGM Indonesia yang saya dengar akan ada servis baru per bulan Februari. Ini terobosan untuk menjawab kebutuhan pergerakan kontainer dari Indonesia ke pelabuhan-pelabuhan hub. Mereka piawai membaca pasar sekaligus menjaga konsistensi sebagai salah satu perusahaan pelayaran yang jadi pilihan pertama," kata Eva.
Baca juga : Inovasi Digital Warnai Ekosistem Logistik Laut Indonesia
Senada, Angga Gumilar juga melihat kompetisi di dalam industi pelayaran kembali menggeliat. Direktur Pengembangan Bisnis Hiro Handelaar Indonesia itu bersemangat memanfaatkan segala peluang di tengah penurunan ongkos pelayaran yang secara langsung berpengaruh terhadap demand barang-barang Indonesia.
"Memang banyak trader yang saya tahu selama ini mulai mencari supplier-supplier di India dan Tiongkok. Walaupun saya harus optimis, Indonesia memiliki kelebihan dari sisi sustainability resourcenya," kata Angga.
Angga mencontohkanm untuk barang-barang kertas, Indonesia perlu bersyukur memiliki produsen sebesar APP. Walau pertarungan di pasar kertas boleh dikatakan cukup ketat karena faktor biaya kirim dari Indonesia yang cukup tinggi, namun jaminan ketersediaan barang dari APP, pada akhirnya akan membuat para buyer akan kembali mengimpor kertas asal Indonesia".
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menargetkan ekspor non migas bisa mencapai US$289,76 miliar atau setara Rp4.508 triliun (kurs Rp15.560). Sementara per November 2022, ekspor non migas Indonesia tercatat US$253,61 miliar.
Zulkifli juga menyebutkan sepanjang Januari-November 2022 Indonesia surplus mencapai US$50,59 miliar, sekaligus mengalahkan rekor tertinggi pada 2006 sebesar US$39,73 miliar. (RO/OL-7)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved