Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANDATANGANAN kontrak kerja sama pembangunan Jembatan Garuda Pontianak antara China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) dan PT Kapuas Berkah Illahi, dilangsungkan di Jakarta pada Kamis (2/2/2023). Prosesi penandatangan dihadiri langsung Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, beserta jajarannya.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Kapuas ini diinisiasi oleh PT Kapuas Berkah Illahi bekerja sama dengan CSCEC selaku kontraktor.
Kehadiran Jembatan Garuda sudah dinanti publik Pontianak demi mengatasi masalah kemacetan.
“Perlu adanya akses pendukung antara wilayah, terutama Kota Pontianak yang dibelah Sungai Kapuas. Jadi, untuk mobilitas percepatan akses dari kota ke utara diperlukan jembatan. Selama ini hanya terhubung aksesnya melalui Kapal Ferry melalui penyeberangan berbayar. Kami sudah berencana sesuai tata ruang wilayah kota. Perlu adanya investasi dalam pembangunan jembatan. Kebetulan ada investor berminat,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono
Sementara Karsono, Presiden Direktur PT Kapuas Berkah Illahi menjelaskan, jembatan Garuda akan dibangun dengan teknologi baru sehingga ditaksir cuma membutuhkan waktu sekitar 14 bulan.
Selain itu, penggunaan teknologi hydropower atau tenaga listrik mandiri yang memanfaatkan tenaga air pasang Sungai Kapuas menjadi kelebihan Jembatan Garuda. Hal ini menjadikannya jembatan pertama yang memakai teknologi hydropower untuk kebutuhan listrik.
“Ketika jembatan selesai dibangun, ini menjadi jembatan pertama di Indonesia yang memakai tenaga listrik mandiri. Listrik ini pastinya untuk lampu jalan dan lain-lain. Kerja sama dengan CSCEC ini menghadirkan teknologi baru," ucap Karsono.
“Jembatan Garuda akan memangkas waktu perjalangan masyarakat Pontianak yang berpindah dari daerah Bardan ke Siantan maupun sebaliknya,” tambahnya
Dengan Jembatan Garuda, jelas Karsono, penyeberangan melewati Sungai Kapuas bisa ditempuh hanya dengan 10-15 menit. Biasanya, perjalanan membutuhkan waktu 1-2 jam saat menggunakan Kapal Ferry. Padahal, jaraknya cuma sekitar 500 meter
Sementara itu, China Construction Eighth Engineering Division (CCEED) selaku anak perusahaan CSCEC, sangat antusias menyambut proyek Jembatan Garuda Pontianak. Hal menjadi pertanda hubungan sangat baik antara Tiongkok dan Indonesia di berbagai sektor.
"China dan Indonesia adalah negara tetangga yang bersahabat dan saling menghormati. Beberapa tahun terakhir, China-Indonesia baik di bidang kerja sama ekonomi dan perdagangan. Ini adalah mitra penting bagi China untuk mempromosikan implementasi ‘Jalur Sutera Maritim Abad ke-21’. Indonesia telah menjadi salah satu dari sepuluh pasar luar negeri teratas bagi kontraktor China sejak lama," beber Board Director CCEED Li Jie
CCEED sebagai kontraktor yang akan membangun Jembatan Garuda berjanji akan melakukan yang terbaik. “Kami percaya bahwa dengan dukungan kuat dari Pemerintah Tiongkok dan Indonesia serta upaya bersama kedua belah pihak, kami akan memenuhi kepercayaan semua pihak, menyediakan layanan proses menyeluruh untuk memastikan implementasi proyek yang efisien dan berkualitas tinggi,” kata Li Jie.
Proyek Jembatan Garuda Pontianak akan dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha alias KPBU. Proyek ini tidak akan menggunakan APBN dan APBD.
Menariknya, Jembatan Garuda Pontianak nanti bisa digunakan untuk semua jenis kendaraan mulai dari sepeda motor hingga kendaraan besar seperti truk trailer. Bahkan, Jembatan Garuda ini juga akan dibangun skybridge dengan bahan utama kaca agar pejalan kaki bisa menikmati keindahan Sungai Kapuas.
Penamaan Jembatan Garuda sendiri merupakan bentuk penghormatan kepada tokoh pahlawan Pontianak, Sultan Hamid II, yang merancang lambang Garuda sebagai lambang negara Indonesia. (RO/OL-13)
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
CADANGAN emas bawah laut terbesar di Asia ditemukan oleh pihak Tiongkok di lepas pantai Laizhou, sebuah kota pesisir di Yantai, Provinsi Shandong.
PEMERINTAH Tiongkok menemukan cadangan emas bawah laut di lepas pantai Laizhou, wilayah Yantai, Provinsi Shandong.Temuan emas bawah laut itu telah mendorong total cadangan emas mereka.
TIONGKOK mencatat tonggak baru dalam eksplorasi sumber daya alam setelah menemukan cadangan emas bawah laut pertama sekaligus terbesar di Asia.
TIONGKOK mengumumkan penemuan deposit emas pertama di bawah laut. Temuan ini disebut sebagai deposit emas bawah laut terbesar di Asia
Teddy menjelaskan dalam acara parade yang digelar hari ini, hadir 26 pemimpin setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan dari berbagai penjuru dunia.
Jembatan yang putus menghubungkan Dusun Mempiu Desa Cerucuk dengan Dusun Air Mungkui Desa Bulu Tumbang.
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan progres kinerja Satuan Tugas (Satgas) Jembatan pada Presiden Prabowo Subianto.
Ada 11 jembatan yang rusak terdampak banjir bandang meluapnya aliran Sungai Cimandiri
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
PEMERINTAH menargetkan seluruh jembatan bailey di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh dapat rampung pada akhir pekan ini
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved