Senin 23 Januari 2023, 17:57 WIB

Dunia Usaha Berharap Stabilitas Politik Terjaga Memasuki Tahun Pemilu

Mediaindonesia | Ekonomi
Dunia Usaha Berharap Stabilitas Politik Terjaga Memasuki Tahun Pemilu

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.

 

KETUA Komite Analis Kebijakan Ekonomi Apindo, Ajib Hamdani mengatakan, perekonomian Indonesia berpotensi untuk terus tumbuh impresif di 2023 ketika stabilitas politik tetap terjaga meskipun memasuki tahun politik.

“Ketika pemerintah bisa terus mendorong stabilitas politik dan sosial, maka ini menjadi hal positif, karena  perputaran ekonomi jadi tambah besar, dan belanja belanja pemerintah maupun swasta akan menjadi tinggi di tahun 2023, dengan catatan pemerintah bisa menjaga stabilitas sosial maupun politik,” kata Ajib ketika dihubungi hari ini (23/1).

Dalam bidang ekonomi, dunia usaha akan mendapatkan keuntungan dari kestabilan sosial politik di ‘tahun politik’ ini. Maka dia mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga kestabilan politik dan kepastian hukum dalam bidang investasi.

“Karena dari sisi dunia usaha itu tentunya sangat memperhatikan bagaimana kepastian hukum dan stabilitas sosial maupun politik. Itu menjadi prasyarat mutlak bagaimana investasi bisa berkembang dan menjadi prasyarat bagaimana ekonomi bisa tumbuh dengan konsisten,” ujar Ajib.

Investor tentu akan berhati-hati dalam menanamkan uang mereka. Maka Indonesia, setelah sukses dalam tugas Presidency G20 tahun lalu, Ajib mengatakan, adalah modal pemerintah Indonesia menarik investor dan mencapai target 1400T investasi.

“Presidency G20  itu menjadi modal untuk bagaimana terus menumbuhkan kepercayaan investor bahwa Indonesia ini  menjadi tempat yang menarik untuk investasi, karena ada dua hal yang menjadi pertimbangan investor untuk secara sustain melakukan investasi di Indonesia maupun negara lain, masalah  keuntungan,” ungkap Ajib.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan dua kunci penting agar ekonomi tetap tumbuh positif di tahun politik 2023. Dua kunci penting tersebut yakni stabilitas politik dan kepastian hukum.

Baca juga: Pengrajin Tempe Sambut Baik Upaya Stabilkan Harga Kedelai

Menurut Airlangga, penting untuk melakukan kompetisi yang sehat sesuai regulasi dan menjaga stabilitas politik. Mengingat iklim positif perekonomian suatu negara sangat ditentukan dengan stabil tidaknya kondisi politik di negara tersebut.

"Ya sejauh kita melakukannya bersama-sama. Secara politik, di tengah tahun politik ini konsolidasi juga berlangsung artinya kita berkompetisi sesuai dengan regulasi dan stabilitas politik kita bisa jaga, karena kuncinya adalah stabilitas politik," jelas Ketum Golkar itu.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri mengungkapkan stabilitas politik pasti akan terganggu ketika momen pemilu. Ketidakstabilan politik itu harus mampu diredam agar tidak mengubah dan menganggu tatanan sosial.

"Tentang stabilitas politik, bagaimanapun ketika tahun pemilu, stabilitas politik itu akan terganggu. Cuma jangan sampai instabilitas politik itu mempengaruhi public order, tatanan masyarakat," tambahnya.

Dinamika politik di tingkat elite tidak menyebar ke akar rumput.
"Jangan sampai dinamika politik yang ada di tingkatan elite meluas ke grass root," tegasnya.

Kepastian hukum

Terkait dengan faktor kepastian huku, Yose menegaskan bahwa hal itu mutlak tetap harus ada, meskipun memasuki tahun pemilu atau tidak. "Ada tidak ada pemilu tentunya kepastian hukum itu pasti diperlukan. Kita memang harusnya sadar bahwa kepastian hukum ini merupakan satu hal yang given, sudah pastilah dalam menunjang perekonomian kita," terangnya.

Kendati demikian, kepastian hukum di Indonesia masih jauh dari kata ideal. "Tetapi kita tahu juga selama ini kepastian hukum masih jauh dari yang diharapkan," tandasnya.

Yose justru menilai penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang/Perpu Cipta Kerja mensinyalkan adanya ketidakpastian hukum. Karena putusan yang sudah ditetapkan oleh MK, kemudian dilanggar oleh pemerintah walaupun dengan dalih dasar legal.
"Memang perlu kepastian hukum, tapi sebenarnya dengan mengeluarkan perpu, pemerintah itu juga mensinyalkan ketidakpastian hukum," tegasnya.

Yose menilai Perpu Ciptaker menjadi semacam jalan pintas yang digunakan untuk mensiasati aturan hukum. "Ini shortcut, memang ada dasar hukumnya, tetapi kalau shortcut seperti itu kan malah saya pikir itu bahwa pemerintah kok bisa dengan seenaknya mengubah-ubah kepastian hukum," pungkasnya. (RO/OL-4)

Baca Juga

MI/USMAN ISKANDAR

Kondisi Politik akan Menentukan Geliat Ekonomi

👤Ficky Ramadhan 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:38 WIB
Para pengusaha ataupun investor juga akan melihat dari track record calon Presiden tersebut untuk menjadi pertimbangan bagi para investor...
ANTARA

Kepemimpinan Kuat Erick Thohir Sedot Investor Besar Dari Luar Negeri

👤Widhoroso 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:23 WIB
BUAH kepemimpinan Erick Thohir tiga tahun menahkodai Kementerian BUMN menuai banyak hasil gemilang. Berkat kebijakan Erick Thohir, sejumlah...
Dok. Pribadi

Harga Freight Turun, Hiro Handelaar Indonesia: Kabar Baik Untuk Expor Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 17:58 WIB
"Kami bersyukur dampak ini baik untuk semua pihak. Pesanan untuk barang-barang di pabrik akan kembali naik. Para importir dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya