Rabu 04 Januari 2023, 11:38 WIB

Menteri Erick Terus Dorong Pertamina Jadi World Class Energy Company

mediaindonesia.com | Ekonomi
Menteri Erick Terus Dorong Pertamina Jadi World Class Energy Company

Ist
Menteri BUMN Erick Thohir yang didampingi Dirut Pertamina Nicke Widyawati saat diwawancarai wartawan.

 

MENTERI BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengumumkan penurunan harga BBM non subsidi.

Pertamax yang awalnya Rp 13.900 dipangkas jadi Rp 12.800. Pertamax Trubo yang awalnya 14.050 diturunkan menjadi Rp 15.200.

Dexlite yang awalnya dibandrol Rp 16.150, kini hanya Rp 18.300. Harga Pertamina Dex juga dipangkas dari Rp 18.800 menjadi Rp 16.750.

Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Ir. Sarjiya, S.T., MT., Ph.D., IP, merespons positif penurunan harga BBM non subsidi yang dilakukan oleh Pertamina.

"Sebab penentuan harga BBM non-subsidi didasari mekanisme pasar untuk mencapai harga keekonomian. Penurunan harga BBM non subsidi ini imbas dari penurunan harga minyak mentah dunia," katanya dalam keterangan pers, Selasa (4/1).

Sementara itu Peneliti Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Agung Satrio Nugroho, M.Sc. menjelaskan, penurunan harga BBM non-subsidi memberikan dampak yang positif ke Negara.

Dengan disparitas harga BBM subsidi dan non subsidi semakin kecil, diprediksi akan ada perpindahan konsumsi dari Pertalite ke Pertamax.

Perpindahan ini mirip ketika Pertamina menaikan harga BBM non subsidi. Akibat disparitas harga Pertamax yang semakin besar, membuat masyarakat beralih mengkonsumsi Pertalite. Jumlah perpindahan konsumsi tersebut mencapai 5%.

Baca juga: Menkeu: Belanja Subsidi dan Kompensasi Energi pada 2022 Bengkak Rp48 Triliun

"Dengan berkurangnya konsumsi Pertalite membuat beban Negara untuk mensubsidi BBM semakin berkecil. Dampak perpindahan konsumsi ini kemungkinan baru akan nampak 3 bulan kedepan. Kami terus berharap disparitas harga antara BBM subsidi dan non subsidi semakin kecil," ucap Agung.

Dengan semakin sempitnya disparitas harga, Agung optimis konsumsi BBM non subsidi akan terus meningkat.

Harapannya subsidi BBM yang dialokasikan Negara dapat dimanfaatkan untuk kebijakan strategis nasional lainnya. Seperti penggembangan energi baru terbarukan.

Dengan turunnya harga BBM non subsidi, membuat potensi volume konsumsi Pertalite dan Bio Solar berkurang. Ini akan memberi dampak berkurangnya beban Pertamina menanggung BBM subsidi. Berkurangnya beban Pertamina terhadap BBM subsidi membuat mereka menjadi world class energy company.

"Selama ini Pertamina yang menanggung risiko bisnis akibat penyaluran BBM subsidi. Berkurangnya beban penyaluran BBM subsidi ini merupakan strategi yang sangat bagus untuk resiliensi Pertamina di 2023," ujar Agung.

Agung juga mendukung rencana Menteri Erick yang akan melakukan evaluasi harga BBM non subsidi setiap pekan. Tujuannya agar harga BBM non subsidi dapat langsung menyesuaikan dengan harga keekonomiannya.

"Saya mendukung rencana Menteri Erick untuk perintahkan Pertamina meninjau ulang harga BBM non subsidi setiap pekan sehingga disparitas dengan BBM subsidi semakin kecil. Evaluasi harga BBM non subsidi setiap pekan juga membuat iklim usaha distribusi BBM di Indonesia semakin sehat," ungkap Agung.

Meski harga minyak mentah dunia cenderung turun akibat ancaman resesi ekonomi global, Agung meminta agar pemerintah tak gegabah menurunkan harga BBM subsidi.

Belum selesainya kondisi geopolitik yang terjadi antara Ukraina dan Rusia, masih membuat potensi harga minyak dunia melambung kembali.

"Jika Pemerintah menurunkan harga BBM subsidi namun tiba-tiba harga minyak dunia kembali naik, maka akan membuat posisi Pemerintah untuk menaikan harga BBM subsidi akan semakin sulit," jelasnya.

"Sebab penetapan harga BBM melibatkan proses politik yang sangat panjang. Lebih baik alokasi lebih dari berkurangnya konsumsi BBM subsidi dipergunakan untuk penggembangan energi baru terbarukan. Sehingga penggunaan subsidi BBM menjadi tepat sasaran," papar Agung. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Henri

Swiss Tertarik Kerja Sama Bangun IKN

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 09 Februari 2023, 12:09 WIB
DUTA Besar Swiss untuk Indonesia Olivier Zehnder menyatakan ketertarikan negaranya untuk kerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam...
MI/Ramdani

Menkop UKM: Revisi UU Perkoperasian Agar Tidak Ada Penjahat Keuangan di Koperasi

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 09 Februari 2023, 11:46 WIB
MENTERI Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan rencana pemerintah untuk melakukan revisi Undang-Undang...
MI/Adam Dwi.

IHSG Berpeluang Terkoreksi Dipengaruhi Penjualan Ritel Desember

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 10:38 WIB
Konsensus memperkirakan data penjualan eceran Indonesia tumbuh 3,0% year on year (yoy) dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 1,3%...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya