Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI perekonomian global yang mulai melemah dan berpotensi resesi tahun depan bakal berimbas pada kinerja perdagangan Indonesia. Karenanya upaya diversifikasi pasar dagang menjadi salah satu kunci untuk menjaga ketahanan sektor tersebut.
Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seminar Outlook Perekonomian Indonesia 2023 bertema Menjaga Resiliensi Ekonomi Melalui Transformasi Struktural, Rabu (21/12).
Baca juga: Indonesia Perkuat Investasi agar Aset Negara Produktif
"Dengan prediksi ekspor mungkin tidak setinggi seperti 2022, kita mampu dan harus mampu untuk mendiversifikasikan (pasar), sehingga growth-nya tetap bagus," tuturnya.
Indonesia, lanjut Sri Mulyani, tengah membidik sejumlah negara potensial yang dinilai memiliki daya tahan di tengah ancaman perlemahan ekonomi global. Beberapa diantaranya ialah India dan negara-negara di Timur Tengah.
India, misalnya, saat ini menjadi salah satu negara yang masih memiliki pertumbuhan cukup tinggi dan kuat. Bahkan sejumlah investor internasional mulai menggandrungi negara tersebut untuk melakukan penanaman modal.
Untuk itu, menjadikan India sebagai destinasi ekspor baru dinilai amat berpeluang dan dianggap menjanjikan. "Mereka juga melakukan membuka diri, melakukan reform di dalamnya, FDI masuk ke India, ini menunjukkan growth yang tinggi dan destinasi ekspor kita juga mulai bergeser juga ke India. Ini story jadi kita juga harus lihat," jelas Sri Mulyani.
"Middle East yang tentu saja dengan terus karena adanya harga minyak yang sangat tinggi juga menjadi destinasi yang harus kita perhitungkan," tambahnya.
Upaya untuk mencari pasar ekspor baru dinilai penting. Selain perekonomian global yang melemah, harga-harga komoditas unggulan yang sempat menyentuh titik tertinggi juga mulai melandai.
Pertumbuhan tinggi kinerja ekspor Indonesia diprediksi lambat laun akan melandai dan mempengaruhi kinerja perekonomian nasional. Karenanya diversifikasi pasar dagang mulai dilakukan oleh Indonesia. (OL-6)
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Delapan perusahaan asal Jawa Timur ambil bagian dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak yang dipimpin Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.
Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi produk Malaysia karena kedekatan budaya, selera, dan preferensi konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved