Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI perekonomian global yang mulai melemah dan berpotensi resesi tahun depan bakal berimbas pada kinerja perdagangan Indonesia. Karenanya upaya diversifikasi pasar dagang menjadi salah satu kunci untuk menjaga ketahanan sektor tersebut.
Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seminar Outlook Perekonomian Indonesia 2023 bertema Menjaga Resiliensi Ekonomi Melalui Transformasi Struktural, Rabu (21/12).
Baca juga: Indonesia Perkuat Investasi agar Aset Negara Produktif
"Dengan prediksi ekspor mungkin tidak setinggi seperti 2022, kita mampu dan harus mampu untuk mendiversifikasikan (pasar), sehingga growth-nya tetap bagus," tuturnya.
Indonesia, lanjut Sri Mulyani, tengah membidik sejumlah negara potensial yang dinilai memiliki daya tahan di tengah ancaman perlemahan ekonomi global. Beberapa diantaranya ialah India dan negara-negara di Timur Tengah.
India, misalnya, saat ini menjadi salah satu negara yang masih memiliki pertumbuhan cukup tinggi dan kuat. Bahkan sejumlah investor internasional mulai menggandrungi negara tersebut untuk melakukan penanaman modal.
Untuk itu, menjadikan India sebagai destinasi ekspor baru dinilai amat berpeluang dan dianggap menjanjikan. "Mereka juga melakukan membuka diri, melakukan reform di dalamnya, FDI masuk ke India, ini menunjukkan growth yang tinggi dan destinasi ekspor kita juga mulai bergeser juga ke India. Ini story jadi kita juga harus lihat," jelas Sri Mulyani.
"Middle East yang tentu saja dengan terus karena adanya harga minyak yang sangat tinggi juga menjadi destinasi yang harus kita perhitungkan," tambahnya.
Upaya untuk mencari pasar ekspor baru dinilai penting. Selain perekonomian global yang melemah, harga-harga komoditas unggulan yang sempat menyentuh titik tertinggi juga mulai melandai.
Pertumbuhan tinggi kinerja ekspor Indonesia diprediksi lambat laun akan melandai dan mempengaruhi kinerja perekonomian nasional. Karenanya diversifikasi pasar dagang mulai dilakukan oleh Indonesia. (OL-6)
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved