Kamis 08 Desember 2022, 14:23 WIB

Konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Minta Tambah jadi 80 tahun

Ficky Ramadhan | Ekonomi
Konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Minta Tambah jadi 80 tahun

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Uji operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

 

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dikabarkan meminta perpanjangan konsesi untuk pengelolaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Hal ini disebabkan banyaknya kendala pada proyek tersebut. Salah satunya adalah cost overrun.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Risal Wasal menjelaskan, berdasarkan perjanjian konsesi sebelumnya No. HK.201/1/21/ Phb 2016 juga Amandemen dan Pernyataan kembali perjanjian konsesi/kerjasama No. PJ 22 Tahun 2017, nilai investasi yang dibiayai oleh KCIC adalah US$5,99 miliar dengan masa konsesi mencapai 50 tahun sejak tanggal izin operasi prasarana dan sarana perkeretaapian.

Risal melanjutkan, terkait masa konsesi melalui surat per tanggal 15 Agustus disampaikan bahwa PT KCIC meminta kepada Kemenhub agar dilakukan penyesuaian terhadap masa konsesi KCJB.

"Butuh penyesuaian masa konsesi menjadi 80 tahun," kata Risal, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI, Kamis (8/12).

Hal ini disebabkan dalam pelaksanaanya terdapat beberapa kendala penyebab kelayakan bisnis sehingga diperlukan penyesuaian masa konsesi menjadi 80 tahun.

Baca juga: Investasi Hulu Migas Naik 20%, Kepastian Hukum Menjadi Keharusan

Risal menjelaskan urgensinya, untuk meningkatkan indikator kelayakan proyek KCJB dalam rangka memenuhi kebutuhan pendanaan cost overrun, sehingga proyek dapat diselesaikan dengan tepat waktu.

"Kedua menjaga kesinambungan proyek KCJB sehingga bisa memaksimalkan dampak positif KCJB ke berbagai aspek baik sosial ekonomi, politik, lingkungan, teknologi, pendidikan dan kontribusi ke pendapatan negara dan mempererat hubungan kedua negara," kata Risal.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi NasDem Soehartono meminta masa konsesi kereta cepat tidak diperpanjang. Ia menilai 50 tahun saja sudah cukup lama dan 80 tahun sama dengan dua generasi.

Soehartono menjelaskan bahwa nasib KCJB nantinya juga akan sama seperti Freeport yang sebelum masa akhir sudah diambil alih oleh negara.

"Jangan sampai ditambah, kalau ditambah itu sudah menjadi malapetaka. Tapi saya yakin tidak sampai 50 tahun nanti sudah diambil. Nasibnya sama seperti Freeport, diambil alih oleh negeri sendiri," tegasnya. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Kemenpan RB Dukung Pencapaian Target Penurunan Kemiskinan

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 29 Januari 2023, 22:47 WIB
Reformasi birokrasi tematik yang mencakup penanggulangan kemiskinan itu dilakukan dengan memetakan masalah yang menjadi penghambat capaian...
Ist

Brand Kosmetik dan Permen Berkolaborasi Hadirkan Produk Unik

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 21:08 WIB
Kolaborasi dilakukan merek kosmetik Implora Cosmetics dan permen Relaxa. Hasilnya, inovasi produk unik yang menarik...
Ist

Apresiasi Pengguna PLN Mobile, PLN Bagikan Ratusan Hadiah Gelegar Cuan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 19:42 WIB
Dalam acara yang digelar di Benteng Vastenburg, Kota Solo pada Sabtu, (28/1) tersebut, ratusan pelanggan setia PLN Mobile membawa pulang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya