Kamis 08 Desember 2022, 08:49 WIB

Stok Cukup Sampai Akhir Tahun, DPR Pertanyakan Serapan Beras Bulog

mediaindonesia.com | Ekonomi
Stok Cukup Sampai Akhir Tahun, DPR Pertanyakan Serapan Beras Bulog

Ist/DPR
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Sutrisno.

 

ANGGOTA Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Sutrisno, mempertanyakan berapa serapan bulog yang telah dilakukan selama masa panen raya di bulan Maret dan April bulan lalu sehingga pada tahun ini Indonesia masih memiliki kekurangan beras untuk memenuhi Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Pasalnya, menurut data BPS, selama ini persediaan beras nasional mencapai 8.727.752 ton. Dengan angka sebesar itu maka dapat dipastikan beras saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun.

"Kalau benar data 8.727.752 persediaan beras kita maka cukup sampai akhir tahun. Persoalannya adalah berapa serapan yang telah dilakukan oleh Bulog untuk memprediksi manakala ada kebutuhan-kebutuhan yang sangat mendesak seperti penanganan bencana," ujar Sutrisno dalam RDPU Komisi IV, Rabu (7/12).

Menurut Sutrisno, fungsi bulog saat ini mencakup dua hal. Pertama untuk menjelaskan cadangan beras pemerintah dan kedua menyiapkan beras untuk operasi pengendalian harga di pasaran. 

"Pertanyaannya adalah berapa stok beras yang dimiliki oleh Bulog baik itu untuk cadangan beras pemerintah dan baik itu untuk operasi pasar sesuai dengan bisnisnya sebagaimana juga dilakukan yang lainnya termasuk juga ID food sehingga kita mengetahui berapa sesungguhnya dan perlukah kita impor," katanya.

Baca juga: Kementan Sebut Mampu Memasok Beras 600 Ribu Ton ke Bulog

Memang selama delapan bulan sebelumnya Indonesia mengalami defisit namun apabila melihat data yang ada maka Indonesia tak perlu khawatir karena Februari mendatang akan tertupi panen raya.

"Memang ada delapan bulan itu defisit tapi kalau dari data ini sesungguhnya enggak perlu khawatir," katanya.

Dalam rapat yang sama, Anggota Komisi IV lainya, Yohanis Fransiskus Lema mempertanyakan mengapa serapan Bulog rendah. Padahal, kata dia, saat itu petani di sejumlah sentra tengah menggelar panen raya, yaitu pada periode Maret-April.

"Saya punya tanya, pada saat surplus itu Bulog menyerap apa enggak. Kan kalau dilihat data Maret April itu mestinya nyerapnya besar ya Pak ya tapi di sini saya simpulkan nyerapnya kecil pak. Nah Pertanyaan selanjutnya nyerapnya kecil ini apakah karena Bulog tidak ada uang dalam kaitannya pinjaman berupa bunga komersil atau ada penjelasan lain supaya kita bisa menelusuri satu persatu sebabnya," katanya.

Namun apabila dari penelusuran yang dilakukan ini ternyata ada hal lain, maka bisa dipastikan masalah beras tahun ini bukan berada di Kekentan dan juga bukan di Bulog.

"Dengan demikian berarti ini masalahnya bisa saja tidak ada di Bulog tidak ada juga di kementan, tetapi ada di pihak luar dan dampaknya ke mitra-mitra kita. Jadi kenapa kok sarapannya kecil dan ini apa pangkal persoalannya," jelasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Kenzo TRIBOUILLARD / AFP

BMW Investasi 13 Triliun untuk Produksi Internasional Kendaraan Listrik

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 09:49 WIB
Produsen kendaraan premium BMW Group akan menginvestasikan 800 juta euro (sekitar Rp13 triliun) di Meksiko sebagai upaya memperluas...
Ist

Danamas Bangun Kemitraan dengan Ribuan Peternak Ayam

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 06:41 WIB
Danamas resmi menjalin kerja sama dengan Chickin, perusahaan rintisan yang bergerak di bidang solusi teknologi berbasis IOT dan aplikasi...
dok.Ist

Workshop Scalling UP, SMKPPN Tempa Calon Wirausaha Muda Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:01 WIB
BADAN Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan bersama Internasional Fund for Agricultural Development (IFAD) gencar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya