Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN ada potensi tekanan yang besar terhadap perekonomian global maupun nasional, perbankan dan pengembang properti tetap optimistis menyambut datangnya 2023. Mereka yakin pasar properti tahun depan akan bertumbuh.
Senior Vice President Nonsubsidize Mortgage and Personal Lending Bank BTN Iriska Dewayani mengatakan potensi dan peluang yang bisa digarap di sektor tersebut masih sangat besar. Menurutnya, kebutuhan rumah yang cukup tinggi dan backlog kebutuhan rumah yang mencapai 12,75 juta unit membuat pasar properti masih sangat besar dan akan terus tumbuh, khususnya end user.
“Pertumbuhan, penjualan properti dan penyaluran KPR kami yakini akan tetap bertumbuh, untuk itu berbagai strategi telah kita siapkan dan kita selalu berinovasi,” beber Iriska selepas acara perjanjian kerja sama (PKS) antara PT Bank Tabungan Negara Tbk dan PT Belaputra Intiland (Kota Baru Parahyangan), di Parahyangan Golf, Bandung, dikutip dari siaran pers, Selasa (6/12).
Penandatangan perjanjian pembiayaan KPR antara BTN dan Kota Baru Parahyangan itu juga menjadi gambaran optimisme tersebut. Dari pihak Kota Baru Parahyangan, penandatanganan dilakukan oleh Direktur PT Belaputra Intiland Ryan Brasali.
PT Belaputra Intiland ialah pengembang Kota Baru Parahyangan yang berada di Bandung Barat. Kawasan seluas 1.250 hektare itu kini telah menjadi kota mandiri yang cukup dikenal. Dalam kerja sama tersebut, Iriska menyebut BTN banyak memberikan kemudahan pada calon konsumen yang akan membeli rumah di Kota Baru Parahayangan.
“Setelah kerja sama ini maka kita memberikan suku bunga khusus pada Kota Baru Parahayangan dan tentunya akan menguntungkan calon konsumen," ujarnya.
Ia merinci, suku bunga yang ditawarkan BTN sangat bervariasi mulai dari fixed 1 tahun hingga fixed rate sampai dengan 20 tahun. Program itu juga dilakukan dalam rangka hari ulang tahun KPR pada 10 Desember mendatang.
Iriska menambahkan, selain suku bunga BTN juga memberikan diskon untuk biaya-biaya lainnya yang timbul dalam proses akad kredit. Di samping itu dalam program ini juga berlaku pilihan jangka waktu kredit sampai dengan 30 tahun.
"Program tersebut berlaku bagi konsumen yang akad kredit sampai dengan Desember 2022 ini," jelasnya.
Tak hanya itu, BTN pun menggandeng broker properti untuk memasarkan produk dari proyek properti yang telah melakukan kerja sama dengan pihaknya. Menurut Iriska, BTN bekerja sama dengan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) untuk mendorong kecepatan penjualan dan pemasaran proyek yang sudah bekerjsama.
“Ini artinya kita tak hanya diam setelah kerja sama, kita juga memiliki tim sales yang dalam hal ini adalah broker yang tergabung di AREBI,” jelasnya.
Di sisi lain, Ryan Brasali menegaskan pihaknya sangat antusias dengan kerja sama tersebut karena makin menambah pilihan pembiyaaan untuk membeli rumah di Kota Baru Parahyangan.
“Kerja sama ini tentunya akan melahirkan sinergi yang tujuannya memberikan kemudahan pada konsumen. Semoga kerja sama awal ini berlanjut sehingga kian memudahkan konsumen memiliki rumah di Kota Baru Parahyangan,” tegas Ryan.
Saat ini, di Kota Baru Prahyangan, selain unit-unit rumah juga sudah berdiri beragam fasilitas. Mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga area komersial. Saat ini menurut Ryan, unit rumah yang dipasarkan kisarannya mulai dari Rp1 miliar hingga Rp5 miliar. (RO/X-12)
Melalui ajang kompetisi tahunan BTN Housingpreneur 2025, peserta berpeluang masuk ke jaringan bisnis nyata
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Khusus untuk BTN, Purbaya memprediksi penyaluran kredit hanya tembus Rp10 triliun dari Rp25 triliun yang dialokasikan hingga akhir tahun.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Bank BTN Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan pembangunan rumah bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 800 unit selama 2025.
Sepuluh developer ini mencatat kontribusi signifikan dengan total realisasi kredit mencapai Rp1,7 triliun, setara 50% dari total KPR Non Subsidi yang disalurkan BTN
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved