Kamis 01 Desember 2022, 13:38 WIB

Inflasi Turun Menjadi 5,42% pada November 2022

Mediaindonesia | Ekonomi
Inflasi Turun Menjadi 5,42% pada November 2022

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Penjual melayani pembeli di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hari ini.

 

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2022 menurun secara tahunan dari 5,71 (year-on-year/yoy) menjadi 5,42 persen (yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam Rilis Indeks Harga Konsumen November 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis, mengatakan pelemahan inflasi secara tahunan terjadi di 90 kabupaten/kota IHK.

"Melemahnya tekanan inflasi komponen harga pangan bergejolak atau volatile food meredam kenaikan inflasi tahunan kita," ujar Setianto.

Komponen harga pangan bergejolak mencatat inflasi sebesar 5,7 persen (yoy) pada November 2022 atau lebih rendah dibandingkan Oktober 2022 yang sebesar 7,19 persen (yoy), yang disebabkan oleh penurunan harga beberapa komoditas pangan. Adapun inflasi komponen ini memiliki andil 0,95 persen terhadap inflasi IHK.

Tak hanya komponen harga pangan bergejolak, perlambatan juga terjadi pada komponen harga barang diatur pemerintah alias administered price dari 13,28 persen (yoy) menjadi 13,01 persen (yoy). Komponen ini memberi andil inflasi IHK sebesar 2,3 persen.

Ia membeberkan pendorong inflasi harga diatur pemerintah adalah kenaikan harga bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan dalam kota, serta tarif angkutan udara dalam setahun terakhir.

Baca juga: Bapanas Ngotot Impor Beras, Ekonom IPB: Mau Musim Panen Bos! 

Sementara itu, tekanan inflasi komponen inti terlihat masih terkendali yaitu di level 3,3 persen (yoy), dari bulan sebelumnya 3,31 persen (yoy). Inflasi inti memberi andil sebesar 2,17 persen.

Dengan demikian secara keseluruhan, penyumbang inflasi IHK secara tahunan pada  November 2022 adalah komoditas bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, rokok, beras, telur ayam ras, serta tarif angkutan dalam kota.

"Jika dikelompokkan, transportasi mengalami inflasi tertinggi secara tahunan yaitu sebesar 15,45 persen (yoy) dengan andil 1,86 persen, yang disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 5,87 persen (yoy) dan andil 1,5 persen," ucap dia.

Dilihat dari wilayahnya, Setianto mengungkapkan inflasi tertinggi secara tahunan terjadi di Tanjung Selor, Kalimantan Utara yaitu 9,2 persen (yoy), yang disebabkan tarif angkutan udara dengan andil 2,07 persen, bensin 1,27 persen, bahan bakar rumah tangga 0,87 persen, serta cabai rawit 0,37 persen.

Di sisi lain, inflasi terendah tercatat berada di Kota Ternate, Maluku Utara yaitu sebesar 3,26 persen yang disumbang kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 1,21 persen, bensin 0,66 persen, bawang merah 0,39 persen, dan bahan bakar rumah tangga 0,21 persen. (Ant/OL-4)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Survei BI : Optimisme Konsumen Terhadap Kondisi Ekonomi Saat Ini Meningkat

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 08 Februari 2023, 12:49 WIB
Survei Konsumen Bank Indonesia untuk Januari 2023 mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi...
Ist/Bank bjb

Bank bjb dan Pemprov Jabar Kolaborasi Salurkan Kredit Mesra untuk UMKM di Kota Medan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 12:32 WIB
Bank bjb bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat akan menyalurkan bantuan permodalan bagi para pelaku UMKM di Kota Medan, Sumatera...
Ist

Bendum HIPKA Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 Tercapai

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 12:25 WIB
Sebagai pelaku usaha, ia optimistis tahun ini mampu mendorong penciptaan lapangan kerja baru dari berbagai sektor...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya