Jumat 18 November 2022, 21:24 WIB

Kementan: Beras Sampai Akhir Tahun Aman

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan: Beras Sampai Akhir Tahun Aman

MI/M Tufan SP Bustan
Ilustrasi cadangan beras

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman hingga akhir tahun mendatang. Cadangan Beras Nasional totalnya mencapai lebih dari 8 juta ton yang rinciannya tersebar di penggilingan, pedagang dan paling besar di rumah tangga. 

"Kenapa banyak di rumah tangga? karena kita tahu BLT (bantuan langsung tunai) itu juga langsung ke rumah tangga. Jadi distribusinya banyak di rumah tangga produsen dan rumah tangga konsumen," ujar Ismail.Wahab, Direktur Serelia Ditjen Kementan, Jumat (18/11). 

Ismail memastikan pasokan beras tetap dalam kondisi normal bahkan stabil karena para petani mai ada panen dan di sejumlah sentra bersiap melakukan panen raya. Dia menyebut, luas panen padi tahun ini mencapai 10,61 juta hektare dengan produktivitas Rata-rata 5,2 ton per hektare.

"Data ini bukan data dari kami, itu data dari hasil survei kami dengan beberapa pihak seperti BPS dan Bapanas kemudian dievaluasi oleh tim pakar statistik dan dirilis sebagai hasil survei cadangan beras nasional," katanya.

Adapun mengenai tingginya harga beras saat ini disebabkan faktor tahunan, dimana setiap Desember-Januari pasti mengalami kenaikan karena bukan pada posisi puncak panen. Belum lagi adanya kenaikan bahan bakar minyak, upah buruh tani dan juga kenaikan pupuk dunia.

Baca juga : Kementan Pastikan Kondisi Perberasan Indonesia Normal, Pasokan Cukup, Februari Panen Raya

"Tapi Februari-Maret mendatang harganya akan kembali normal karena kita masuk pada panen raya," katanya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menambahkan, Indonesia sejak 3 tahun terakhir sudah tidak melakukan impor beras umum. Apalagi produktivitas padi Indonesia di Asia Tenggara berada pada nomor 2 setelah Vietnam.

"Setiap tahun kita surplus beras dan harga relatif stabil. Hasil survei cadangan beras nasional oleh BPS pada April 2022 sebesar 10,15 juta ton. Itu artinya sangat aman untuk kebutuhan nasional sampai akhir tahun" jelasnya.

Kuntoro memastikan kenaikan harga beras tidak terkait dengan pasokan dan jumlah stok di lapangan mengingat pasokan saat ini dalam kondisi normal.

"Ada sedikit pergeseran musim panen karena musim tanam bergeser maju di Bulan Agustus, karena kemarau basah. Tapi kami melihat tidak ada sesuatu yang tidak normal. Kalaupun terjadi peningkatan harga beras karena memang disetiap akhir tahun di Bulan Desember sampai Januari harga beras relatif naik mengingat bukan masa panen raya," jelasnya. (RO/OL-7) 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Potensi Investasi US$30 Miliar, Tingkatkan Kemudahan Menjalankan Bisnis

👤Mediaindonesia 🕔Kamis 08 Desember 2022, 18:27 WIB
Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri menilai sudah banyak perubahan yang terjadi...
Ist

Ritel Guardian Rangkul 'Beauty Enthusiast' untuk Pilih Produk Sedang Tren

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 17:44 WIB
Kampanye ini ditujukan untuk para beauty enthusiast agar dapat memilih produk kecantikan yang sedang tren di berbagai macam negara melalui...
Dok. Bank Bengkulu

Kantongi Persetujuan OJK, bank bjb Resmi Masuk jadi Pemegang Saham Bank Bengkulu

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 17:41 WIB
Dengan setoran modal sebesar Rp99,9 miliar tersebut, bank bjb kini menggenggam 7,15% saham Bank...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya