Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUM Bulog memastikan cadangan beras nasional pemerintah dalam jumlah yang aman untuk enam bulan ke depan. Cadangan beras juga dapat digelontorkan kapan saja melalui operasi pasar.
Hal itu sebagai upaya mempertahankan stabilitas harga pangan. “Masyarakat jangan khawatir, Bulog menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau," ujar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam keterangannya, Jumat (8/11).
"Walaupun di pasaran ada sedikit kenaikan harga. Kami melakukan pemantauan secara terus menerus di tengah situasi saat ini, agar tetap terkendali,” imbuhnya.
Baca juga: Harga Beras Naik, Presiden Panggil Pejabat Tinggi di Bidang Ekonomi
Buwas, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa kenaikan harga beras disebabkan beberapa faktor. Seperti, anomali cuaca, kenaikan harga BBM dan situasi dalam negeri yang memasuki musim tanam.
Kegiatan Operasi Pasar (OP) atau Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) dilakukan sepanjang tahun oleh Bulog. Instrumen tersebut dinilai efektif menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
“Sampai pagi ini, kami sudah menggelontorkan beras operasi pasar di seluruh Indonesia. Total sebanyak hampir 1 juta ton, selanjutnya setiap hari kami akan gelontorkan sampai panen raya,” tutur Buwas.
Baca juga: Kunjungi Pasar Tanjungsari Sumedang, Mendag: Harga Beras Rp 9.400, Bayarnya Bisa Pakai QRIS
Adapun stok Bulog saat ini mencapai 625 ribu ton beras di dalam negeri. Bulog pun bekerja sama dengan berbagi negara. Termasuk, menyimpan stok 500 ribu ton beras komersil di luar negeri, yang dapat ditarik kapan saja, jika stok dalam negeri habis.
“Total stok yang kami punya sekarang sudah hampir 1,2 juta ton. Tersimpan di gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia. Ditambah stok beras komersil hasil kerja sama di luar negeri," jelasnya.
Buwas memastikan seluruh jaringan yang bekerja sama dengan Perum Bulog sudah menyediakan kebutuhan beras di tingkat lokal baik secara offline maupun online. Seperti, Rumah Pangan Kita yang tersebar di seluruh Indonesia dan jaringan ritel modern.(OL-11)
MENTERI Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 2029 di angka 4 juta ton.
Aceh menjadi wilayah dengan prioritas tertinggi karena tingkat dampak bencana yang berat serta sejumlah daerah yang aksesnya sempat terputus.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Sebanyak 1,5 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan disalurkan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Di sisi distribusi, Bulog telah menyalurkan vantuan pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) 2025 masih terus dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat.
Pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terdapat kenaikan pada harga cabai dan bawang merah.
Periode libur akhir tahun kerap disertai kenaikan permintaan dan potensi gejolak harga kebutuhan pokok, sehingga upaya stabilisasi perlu dilakukan lebih awal.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Harga cabai, terutama jenis rawit di Pasar Rejosari meningkat dua kali lipat dibanding sebelum Desember, yakni dari tadinya Rp50 ribu, melonjak menjadi Rp80 ribu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved