Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo memanggil Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi ke Istana Merdeka.
Kepala Negara memanggil sejumlah petinggi tersebut untuk membahas persoalan kenaikan harga beras di sejumlah wilayah. Dirinya ingin mendengar penjelasan dari para menteri terkait penyebab lonjakan harga beras di tengah stok yang melimpah.
"Bapak Presiden tadi menanyakan kenapa harganya bisa naik," ujar Syahrul seusai rapat, Senin (17/10).
Baca juga: September, Harga Beras sudah Naik 2,56%
Syahrul mengaku ada beberapa faktor yang memicu lonjakan harga beras. Salah satunya, aspek logistik atau transportasi. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga secara otomatis memengaruhi tarif angkutan bahan pangan, yang akhirnya menambah beban harga jual.
"Kenaikan harga tentu saja karena banyak faktor. Faktor lapangan, ya, termasuk masalah logistik, transportasi," jelasnya.
"Oleh karena itu, kita semua diperintahkan sama-sama turun. Mentan, Mendag, Bulog, Badan Pangan Nasional, di bawah Pak Menko Ekonomi, untuk melakukan netralisasi harga," imbuh Syahrul.
Baca juga: Bulog: Penyaluran Beras Operasi Pasar Tembus 650 Ribu Ton
Secara khusus, Presiden juga meminta Bulog untuk melakukan intervensi pembelian di tingkat petani secara maksimal. Tujuannya, memastikan cadangan beras pemerintah tetap aman. Stok yang semakin besar diharapkan bisa memengaruhi harga di lapangan.
Saat ini, stok beras di gudang Bulog berada di kisaran 800 ribu ton. Kepala Negara ingin ketersediaan terus ditingkatkan hingga menyentuh 1,2 juta ton.
"Kalau memang ada regulasi yang menyulitkan, Bapak Presiden minta itu diselesaikan. Bulog harus menyerap di atas 1,2 juta ton dalam waktu singkat. Serapan itu juga harus memberikan margin yang lebih besar kepada petani," tuturnya.(OL-11)
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) akan mengumpulkan jajaran Kabinet Indonesia Maju hingga kepala lembaga di Istana Negara.
Perluasan kabinet berpotensi merusak efisiensi pemerintahan, membuka peluang korupsi, dan membebani keuangan negara tanpa manfaat yang jelas bagi rakyat.
Prabowo menyatakan atas nama dirinya sendiri sebagai Presiden Terpilih dan juga sekaligus mewakili anggota Kabinet Indonesia Maju mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Joko Widodo.
Presiden menekankan kepada para menteri dan kepala lembaga untuk bisa menjaga daya beli masyarakat, tingkat inflasi hingga pertumbuhan ekonomi.
Jokowi menyampaikan permintaan maaf apabila ada perilaku yang kurang bekenan khususnya selama 10 tahun memimpin Indonesia.
Tak ada pembahasan soal kursi menteri atau jabatan apa pun pada pertemuan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan pokok strategis secara nasional masih aman dan memadai.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved