Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo memanggil Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi ke Istana Merdeka.
Kepala Negara memanggil sejumlah petinggi tersebut untuk membahas persoalan kenaikan harga beras di sejumlah wilayah. Dirinya ingin mendengar penjelasan dari para menteri terkait penyebab lonjakan harga beras di tengah stok yang melimpah.
"Bapak Presiden tadi menanyakan kenapa harganya bisa naik," ujar Syahrul seusai rapat, Senin (17/10).
Baca juga: September, Harga Beras sudah Naik 2,56%
Syahrul mengaku ada beberapa faktor yang memicu lonjakan harga beras. Salah satunya, aspek logistik atau transportasi. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga secara otomatis memengaruhi tarif angkutan bahan pangan, yang akhirnya menambah beban harga jual.
"Kenaikan harga tentu saja karena banyak faktor. Faktor lapangan, ya, termasuk masalah logistik, transportasi," jelasnya.
"Oleh karena itu, kita semua diperintahkan sama-sama turun. Mentan, Mendag, Bulog, Badan Pangan Nasional, di bawah Pak Menko Ekonomi, untuk melakukan netralisasi harga," imbuh Syahrul.
Baca juga: Bulog: Penyaluran Beras Operasi Pasar Tembus 650 Ribu Ton
Secara khusus, Presiden juga meminta Bulog untuk melakukan intervensi pembelian di tingkat petani secara maksimal. Tujuannya, memastikan cadangan beras pemerintah tetap aman. Stok yang semakin besar diharapkan bisa memengaruhi harga di lapangan.
Saat ini, stok beras di gudang Bulog berada di kisaran 800 ribu ton. Kepala Negara ingin ketersediaan terus ditingkatkan hingga menyentuh 1,2 juta ton.
"Kalau memang ada regulasi yang menyulitkan, Bapak Presiden minta itu diselesaikan. Bulog harus menyerap di atas 1,2 juta ton dalam waktu singkat. Serapan itu juga harus memberikan margin yang lebih besar kepada petani," tuturnya.(OL-11)
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) akan mengumpulkan jajaran Kabinet Indonesia Maju hingga kepala lembaga di Istana Negara.
Perluasan kabinet berpotensi merusak efisiensi pemerintahan, membuka peluang korupsi, dan membebani keuangan negara tanpa manfaat yang jelas bagi rakyat.
Prabowo menyatakan atas nama dirinya sendiri sebagai Presiden Terpilih dan juga sekaligus mewakili anggota Kabinet Indonesia Maju mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Joko Widodo.
Presiden menekankan kepada para menteri dan kepala lembaga untuk bisa menjaga daya beli masyarakat, tingkat inflasi hingga pertumbuhan ekonomi.
Jokowi menyampaikan permintaan maaf apabila ada perilaku yang kurang bekenan khususnya selama 10 tahun memimpin Indonesia.
Tak ada pembahasan soal kursi menteri atau jabatan apa pun pada pertemuan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved