Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan inflasi IHK (Indeks Harga Konsumen) pada akhir tahun 2022 akan mencapai 5,6% secara tahunan (yoy). Sementara itu, inflasi inti diperkirakan akan mencapai 3,5%.
"Kami proyeksikan inflasi dan inflasi inti lebih rendah dari Consensus Forecast. IHK di akhir tahun sekitar 5,6% dibandingkan Consencus Forecast 5,9%. Inflasi inti memang cenderung naik dan di akhir tahun mencapai 3,5%. Ini masih akan meningkat karena ada lack effect bisa mencapai 3,7% sampai kuartal I tahun depan," ungkapnya dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur BI secara virtual, Kamis (17/11).
Perlu diketahui, inflasi IHK pada Oktober 2022 tercatat sebesar 5,71% (yoy), masih di atas sasaran 3% plus minus 1%, meskipun lebih rendah dari prakiraan dan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,95% (yoy).
"Inflasi kelompok volatile food turun menjadi 7,19% (yoy) dan perlu penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan yang erat melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk penurunan lebih lanjut," kata Perey.
Baca juga: BI naikkan suku bunga acuan 50 bps menjadi 5,25%
Inflasi administered prices tercatat sebesar 13,28% (yoy) dan menurut Perry perlu penguatan koordinasi untuk memitigasi dampak lanjutan dari penyesuaian harga BBM dan tarif angkutan agar lebih rendah.
Sementara itu, inflasi inti tercatat sebesar 3,31% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya sejalan dengan dampak rambatan dari penyesuaian harga BBM dan meningkatnya ekspektasi inflasi.
"Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia akan memperkuat respons kebijakan moneter untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini masih tinggi dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0% plus minus 1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023," pungkasnya. (OL-4)
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Di Pasar Tiban Center, harga beras kemasan 5 kilogram masih dijual sekitar Rp85 ribu, kemasan 10 kilogram Rp155 ribu, dan kemasan 25 kilogram berkisar Rp350 ribu.
Program penyediaan beras dengan subsidi harga ini pun akan berlanjut mulai Maret mendatang. Anggaran yang disiapkan untuk program SPHP beras tahun 2026 sejumlah Rp4,97 triliun.
fluktuasi harga berbagai komoditas pangan dipengaruhi faktor pasokan dan permintaan.
Di awal Ramadan permintaan bahan pangan biasanya cenderung meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengintruksikan intervensi pasar untuk dapat mengendalikan harga kebutuhan.
Harga di Pasar Penuin, Pasar Mitra Raya, dan Pasar Tos 3000 menunjukkan harga cabai rawit merah menembus Rp92.950 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved