Minggu 13 November 2022, 19:45 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Selama KTT G20

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
IHSG Diprediksi Menguat Selama KTT G20

Antara
Ilustrasi: Bendera anggota KTT G20

 

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat selama sepekan ke depan. Pergelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dinilai bisa menjadi pemicu positif IHSG terus menghijau.

Praktisi pasar modal Hans Kwee mengatakan, IHSG berpeluang menguat di awal pekan dan cenderung profit taking di akhir pekan dengan support di level 6,956 sampai level 6,847 dan resistance di level 7,128 sampai level 7,377.

"KTT G20 bagus untuk Indonesia terutama dalam investasi. IHSG berpeluang terus positif," ujarnya, Minggu (13/11).

Faktor potensi penguatan IHSG lainnya soal inflasi Amerika Serikat (AS) yang mencapai 7,7% year on year (yoy) pada Oktober 2022. Angka Inflasi tersebut terendah sejak Januari tahun ini.

"Inflasi AS yang lebih rendah dan potensi kenaikan 50 bps suku bunga The Fed pada September menjadi sentimen positif utama pasar keuangan," ucapnya.

Pelaku pasar, lanjut Hans, juga mendapat dorongan tambahan dari otoritas kesehatan Tiongkok yang melonggarkan beberapa pembatasan ketat covid-19 di negara tersebut.

"Tetapi reli di pasar keuangan diperkirakan bersifat sementara sehingga lebih di rekomendasikan trading jangka pendek," tuturnya.

Pekan depan, rupiah diperkirakan dibuka berfluktuatif, tetapi kembali menguat di level Rp15.460 hingga Rp15.540 per dolar AS, ungkap Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Ia berpandangan penguatan rupiah terjadi seiring dengan capaian inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari diperkiraan, yakni di bawah 8%. Ibrahim juga menambahkan, KTT G20 akan menguatkan nilai tukar rupiah.

"G20 dan inflasi AS 7,7 % akan membirukan IHSG dan rupiah," sebutnya.

Menurutnya, rupiah akan terpengaruh oleh intervensi kebijakan pemerintah dalam dukungan insentif fiskal dan dukungan pembiayaan. Pemerintah bersama otoritas moneter didorong terus mengendalikan inflasi.

Pasalnya, Purchasing Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur global dikatakan pada zona kontraksi dalam dua bulan terakhir.

"Di tengah peningkatan risiko ketidakpastian, serta melemahnya prospek pertumbuhan global akibat konflik geopolitik, kondisi ekonomi perlu terus diantisipasi," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

Antara/Adeng Bustomi.

Pertimbangan dalam Beli Rumah untuk Kehidupan Jangka Panjang

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 21:24 WIB
Tips berikutnya, usahakan untuk tidak terburu-buru saat membeli rumah. Terdapat banyak faktor yang harus...
Dok. Ist

Jamkrindo Kembali Salurkan Bantuan Sembako, Sarana Prasarana, dan Layanan Trauma Healing Di Cianjur

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 20:38 WIB
Bantuan yang disalurkan pada Sabtu (03/12), merupakan bantuan tahap empat yang telah diberikan...
Ist

Produk Perlengkapan Bayi dari Polandia Hadir di Ajang IMBEX 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 20:10 WIB
Lionelo merupakan perusahaan perlengkapan bayi dari Polandia yang telah berhasil meraih kepercayaan banyak orangtua dari negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya