Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat selama sepekan ke depan. Pergelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dinilai bisa menjadi pemicu positif IHSG terus menghijau.
Praktisi pasar modal Hans Kwee mengatakan, IHSG berpeluang menguat di awal pekan dan cenderung profit taking di akhir pekan dengan support di level 6,956 sampai level 6,847 dan resistance di level 7,128 sampai level 7,377.
"KTT G20 bagus untuk Indonesia terutama dalam investasi. IHSG berpeluang terus positif," ujarnya, Minggu (13/11).
Faktor potensi penguatan IHSG lainnya soal inflasi Amerika Serikat (AS) yang mencapai 7,7% year on year (yoy) pada Oktober 2022. Angka Inflasi tersebut terendah sejak Januari tahun ini.
"Inflasi AS yang lebih rendah dan potensi kenaikan 50 bps suku bunga The Fed pada September menjadi sentimen positif utama pasar keuangan," ucapnya.
Pelaku pasar, lanjut Hans, juga mendapat dorongan tambahan dari otoritas kesehatan Tiongkok yang melonggarkan beberapa pembatasan ketat covid-19 di negara tersebut.
"Tetapi reli di pasar keuangan diperkirakan bersifat sementara sehingga lebih di rekomendasikan trading jangka pendek," tuturnya.
Pekan depan, rupiah diperkirakan dibuka berfluktuatif, tetapi kembali menguat di level Rp15.460 hingga Rp15.540 per dolar AS, ungkap Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.
Ia berpandangan penguatan rupiah terjadi seiring dengan capaian inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari diperkiraan, yakni di bawah 8%. Ibrahim juga menambahkan, KTT G20 akan menguatkan nilai tukar rupiah.
"G20 dan inflasi AS 7,7 % akan membirukan IHSG dan rupiah," sebutnya.
Menurutnya, rupiah akan terpengaruh oleh intervensi kebijakan pemerintah dalam dukungan insentif fiskal dan dukungan pembiayaan. Pemerintah bersama otoritas moneter didorong terus mengendalikan inflasi.
Pasalnya, Purchasing Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur global dikatakan pada zona kontraksi dalam dua bulan terakhir.
"Di tengah peningkatan risiko ketidakpastian, serta melemahnya prospek pertumbuhan global akibat konflik geopolitik, kondisi ekonomi perlu terus diantisipasi," pungkasnya. (OL-8)
Selama rangkaian KTT G20, Wapres juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara sahabat
AGENDA puncak G20 yang akan digelar di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 22-23 November mendatang akan dibagi menjadi tiga sesi utama.
Trump menuding adanya pembunuhan dan pembantaian terhadap kelompok Afrikaner atau keturunan pemukim Belanda, Prancis dan Jerman serta penyitaan ilegal atas tanah dan pertanian mereka.
KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie berdiskusi dengan Presiden Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa
Prabowo berhasil membawa komitmen investasi USD18,5 miliar atau setara Rp294,5 triliun dari hasil kunjungan ke luar negeri selama dua pekan terakhir
Di Inggris, Presiden Prabowo Subianto akan memenuhi undangan Raja Charles III bertemu di Buckingham Palace.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah signifikan pada perdagangan Rabu (21/1
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah menguat meski sempat menyentuh Rp16.955. Simak kaitan IHSG ATH dan isu independensi BI dalam berita ini.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti ketidaksinkronan pergerakan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di tengah pelemahan rupiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved