Selasa 08 November 2022, 22:18 WIB

Hadapi Krisis Global, Indonesia Perlu Perkuat Ekonomi Domestik

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Hadapi Krisis Global, Indonesia Perlu Perkuat Ekonomi Domestik

Antara
Kegiatan di pasar menjadi penopang ekonomi domestik

 

INDONESIA sulit menghindari perlambatan ekonomi global. Karena itu, penguatan ekonomi domestik diperlukan guna menekan dampak berlebih dari situasi dunia yang saat ini mulai terjadi.

Demikian dikatakan Kepala Departemen Ekonomi dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar B. Hirawan saat dihubungi, Selasa (8/11). 

Menurut dia, ada dua hal utama yang bisa menjaga denyut perekonomian nasional untuk tetap bergeliat dan tumbuh, yakni konsumsi rumah tangga dan investasi.

"Yang harus dilakukan pemerintah ke depan ialah menjaga daya beli masyarakat agar pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebagai kontributor utama Produk Domestik Bruto (PDB) tetap terjaga secara positif," tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah dapat menjaga daya beli masyarakat dengan menjaga rantai pasok dalam negeri. Hal ini juga perlu diikuti dengan program bantuan sosial yang berorientasi pada penguatan konsumsi, utamanya kepada masyarakat kelompok menengah ke bawah.

Konsumsi rumah tangga menjadi komponen penting bagi perekonomian nasional lantaran berkontribusi besar pada PDB. Namun dalam beberapa triwulan terakhir, kontribusi konsumsi rumah tangga cenderung melambat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada triwulan I 2022, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 4,34% (yoy) dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 53,65%. Lalu pada triwulan II, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,51% dan berkontribusi 51,47% terhadap PDB.

Sedangkan pada triwulan III 2022, BPS mencatat konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan 5,39% dan berkontribusi 50,38% terhadap PDB nasional. Hingga periode tersebut, konsumsi rumah tangga masih menjadi distributor tertinggi pada pertumbuhan ekonomi yang tercatat tumbuh 5,72% (yoy).

Fajar menilai melambatnya kontribusi konsumsi rumah tangga pada PDB merupakan hal yang wajar dan dapat diterima. Sebab, dunia saat ini tengah dihadapkan pada liarnya pergerakan inflasi. Ini mendorong adanya pelemahan pada kinerja konsumsi rumah tangga di tiap negara, termasuk Indonesia.

"Gangguan rantai pasok global akibat tensi geopolitik dan geoekonomi juga berkontribusi pada inflationary pressure tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Ekonom dari Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan, turunnya kontribusi konsumsi rumah tangga pada PDB turut disebabkan oleh penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal September 2022.

Guna menghindari penyusutan kontribusi konsumsi rumah tangga secara berkelanjutan, pemerintah didorong untuk menjaga iklim investasi tetap menarik bagi pemilik modal. "Meskipun di tengah tantangan global recession dan kondisi tahun politik yang lebih ‘ramai’. Menjaga pertumbuhan investasi sangat penting karena berkontribusi sekitar 30% dari PDB," kata Andry. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA

Butuh Belanja Modal Rp90 T, Alasan PHE Melantai di Bursa

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:19 WIB
Alasan rencana aksi korporasi tersebut untuk kebutuhan pendanaan belanja modal atau capital expenditure (capex) PHE yang mencapai US$4...
MI/Iwan Kurniawan.

BUMN Farmasi Dorong Industri Kesehatan Naik Kelas

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:18 WIB
Kerja sama ini bentuk upaya konkret dari Kementerian BUMN dalam hal ini holding farmasi untuk bisa mengembangkan sektor...
ANTARA

PLN Pasok Listrik ke Pabrik Gas Terbesar Indonesia di Batang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 07 Desember 2022, 16:44 WIB
Dukungan pasokan listrik itu ditandatangani MoU antara PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta dengan PT. Jawa Tengah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya