Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Sepanjang sembilan bulan atau kuartal III 2022, beberapa bank tercatat mengalami pertumbuhan laba yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari hasil kompilasi data dibuat berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2022, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menempati urutan pertama pencetak laba dengan peroleh laba sebesar Rp30,6 triliun. Laba Bank Mandiri melonjak 59,4 % dari kuartal III 2021 sebesar Rp19,2 triliun.
Posisi kedua ditempati PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA yang berhasil memperoleh laba Rp28,9 triliun. Angka tersebut naik sekitar Rp5,7 triliun jika dibandingkan dengan kuartal III 2021 yang tercatat sebesar Rp23,2 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan pertumbuhan laba sebesar Rp13,7 triliun pada kuartal III 2022. Tercatat peningkatan yang didapatkan oleh BNI mencapai sekitar Rp6 triliun dari pencapaian laba pada kuartal III 2021 sebesar Rp7,75 triliun.
Lebih lanjut, PT Bank Permata Tbk. mengalami pertumbuhan laba yang sangat signifikan. Pada kuartal III 2022, tercatat pertumbuhan laba Bank Permata mencapai Rp2,24 triliun. Terjadi peningkatan laba sekitar Rp1,4 triliun jika dibandingkat kuartal III 2021 yang tercatat mencapai Rp831 miliar.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. juga tak mau kalah. Sampai dengan kuartal III 2022, BSI tercatat mampu membukukan laba sebesar Rp3,20 triliun. Capaian ini mengalami peningkatan sekitar Rp1,06 triliun jika dibandingkan dengan kuartal III 2021 sebesar Rp2,26 triliun.
Selain itu, PT Bank Danamon Indonesia tercatat juga mengalami pertumbuhan laba yang baik pada kuartal III 2022 yang mencapai Rp2,52 triliun. Jika dibandingkan kuartal III 2021 yang tercatat Rp1,41 triliun, pertumbuhan laba Bank Danamon mencapai sekitar Rp910 miliar.
Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN berhasil mencatatkan pertumbuhan laba sebesar Rp2,27 triliun pada kuartal III 2022. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar Rp760 miliar jika dibandingkan dengan pertumbuhan laba kuartal III 2021 sebesar Rp1,51 triliun.
PT Bank CIMB Niaga Tbk. juga mampu mencatatkan pertumbuhan laba di kuartal III 2022 mencapai Rp3,84 triliun. Angka ini naik sekitar Rp690 miliar jika dibandingkan kuartal III 2021 sebesar Rp3,15 triliun.
PT Bank BTPN Tbk. menjadi bank selanjutnya yang mencatatkan pertumbuhan laba sebesar Rp2,42 triliun pada kuartal III 2022. Angka ini meningkat sekitar Rp370 miliar dibandingkan kuartal III 2021 sebesar Rp370 miliar.
Terkahir, PT Bank Pan Indonesia Tbk. atau Panin Bank berhasil mencatatkan perumbuhan laba sebesar Rp2,41 triliun pada kuartal III 2022. Jumlah tersebut meningkat sekitar Rp150 miliar jika dibandingkan kuartal III 2021 yang tercatat Rp2,26 triliun.
Sebagai catatan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) belum mengeluarkan laporan keuangan kuartal III 2022. BRI selama ini tercatat sebagai bank penghasil laba terbesar di Indonesia. Bisa saja posisi ini berubah bila BRI telah mengeluarkan laporan keuangannya. (Des/E-1)
Capaian impresif ini membuktikan ketangguhan Jamkrida Jabar dalam menavigasi bisnis di tengah dinamika ekonomi nasional yang menantang.
PT Jasaraharja Putera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Laporan Keuangan (RUPS LK) untuk Tahun Buku 2024.
SUB Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV menyebut capaian komoditas non core (bukan inti) teh dan karet meraih laba positif untuk pertama kali sejak 1996.
BSI mencatat, penyaluran pembiayaan pada semua segmen tumbuh positif di mana segmen wholesale tumbuh 17,27% yoy, retail tumbuh 14,92% yoy, dan konsumer tumbuh 16,08% yoy.
Bird mencatatkan kinerja positif di kuartal pertama 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp1,30 triliun atau meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menutup tahun 2024 dengan kinerja keuangan yang solid. Laba bersih tercatat tumbuh sebesar 14,61% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp519,43 miliar.
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved