Rabu 02 November 2022, 17:20 WIB

Proyek Ausmelt PT TIMAH Tbk Siap Beroperasi Akhir November Ini, Apa Saja Kelebihannya

Rendy Ferdiansyah | Ekonomi
Proyek Ausmelt PT TIMAH Tbk Siap Beroperasi Akhir November Ini, Apa Saja Kelebihannya

MI/Rendy Ferdiansyah
Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke PT TIMAH Tbk, beberapa waktu lalu.

 

PT TIMAH Tbk melakukan tranformasi teknologi pengolahan timah kadar rendah dengan membangun Top Submerge Lance (TSL) Ausmelt Furnace di Kawasan Unit Metalurgi Muntok, Kabupaten Bangka Barat. 

Pembangunan TSL Ausmelt Furnace dikabarkan telah rampung 100 persen dan direncanakan akan mulai di commisiong kan pada akhir November ini. 

Dalam kunjungan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober lalu ke proyek pembangunan Ausmelt Furnace yang dikolaborasikan bersama PT Wijaya Karya sebagai bentuk sinergi BUMN. Presiden menyampaikan bahwa kehadiran TSL Ausmelt Furnace sebagai upaya untuk mendorong hilirisasi dalam konteks ketersediaan mineral timah sebagai komoditas. 

PT TIMAH Tbk juga menggandeng Outotec australia yang berpusat di Finlandia sebagai provider teknologi TSL Ausmelt Furnace. 

Kemudian, pembangunan TSL Ausmelt Furnace  sendiri adalah strategi untuk menjawab tantangan yang dihadapi industri pertambangan timah saat ini. Dimana ketersediaan biji timah dengan kadar tinggi atau diatas 70 persen Sn sudah terbatas. 

Teknologi peleburan timah yang dimiliki PT Timah Tbk saat ini, Tanur Reverberatory tidak mempunyai fleksibilitas mengolah konsentrat bijih Timah kadar rendah (< 70% Sn).  Selain itu, membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk melebur timah dan terak. 

Tanur Reverberatory menggunakan bahan bakar minyak (marine fuel oil) dengan reduktor batu bara jenis antrasit yang lebih banyak dan membutuhkan biaya yang relatif besar. 

Untuk mampu bersaing dengan industri pertambangan timah dunia, PT TIMAH Tbk harus menekan cost produksi sehingga penggunaan teknologi menjadi hal yang harus dilakukan untuk menjawab tantangan kedepan.

Dengan TSL Ausmelt Furnace, diharapkan mampu mengolah konsentrat bijih timah dengan kadar rendah mulai dari 40% Sn, dengan kapasitas produksi 40.000 ton crude tin per tahun atau 35.000 metrik ton ingot per tahun. 

Selain itu, dari sisi pengoperasian TSL Ausmelt Furnace dilakukan dengan proses otomasi dengan sistem kontrol. 

Untuk bahan bakar dan reduktor, TSL Ausmelt menggunakan batu bara jenis Sub-Bituminus yang cenderung lebih mudah didapatkan di Indonesia.

Waktu pengolahan juga lebih singkat, untuk satu batch pengolahan hanya membutuhkan waktu sekitar 10,5 jam. Sedangkan pada Reverberatory membutuhkan waktu 24 jam perbtach. 

Selain itu, ditengah gencarnya isu lingkungan yang menyoroti perusahaan pertambangan, TSL Ausmelt lebih safety dan menerapkan teknologi ramah lingkungan karena dilengkapi dengan Hygien Sistem dan Waste Water Treatment.

"Dengan beroperasinya Ausmelt dapat menekan cost pengolahan sebesar 25 persen dibandingkan dengan menggunakan Reverberatory furnace," kata Sekretaris Perusahaan PT TIMAH Tbk, Abdullah Umar Baswedan. 

Abdullah mengatakan tujuan transformasi teknologi pengolahan ini untuk optimalisasi teknologi, peningakatan kapasitas, efisiensi produksi dan keselamatan serta kesehatan lingkungan. 

"Dengan beroperasinya TSL Ausmelt Furnace tentunya dapat meningkatkan efektifitas produksi dengan proses pengolahan yang lebih efisien," ucapnya.(OL-13) 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Pemerintah Optimis Defisit Anggaran 2022 Di Bawah 3%

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:27 WIB
Di triwulan IV 2022 Kemenkeu memperkirakan defisit akan mengalami kenaikan. Ini karena adanya pola belanja anggaran yang tinggi di akhir...
dok.ist

Pencabutan Permen No KM 35 Tahun 2007 Dinilai Rugikan TKBM Pelabuhan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 20:24 WIB
ALIANSI Nasional Serikat Pekerja atau Serikat Buruh (SP/SB) Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan menolak pencabutan Permenhub No KM...
Dok. ist

LPCK Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 19:42 WIB
LPCK telah menerapkan sertifikasi di bidang Manajemen Lingkungan berupa Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah (POPAL) dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya