Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJADI tuan rumah atau Presidensi G20 merupakan sebuah peluang besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia bahkan dapat memberikan pengaruh positif pada sektor lainnya. Indonesia akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-21 yang akan dihelat di Nusa Dua Bali, 15-16 November mendatang.
"Terdapat kesempatan Indonesia untuk mengenalkan tidak hanya ekonomi dan kemajuan Indonesia, tetapi juga pandangan Indonesia terhadap ketidakpastian ekonomi dunia dalam memasuki fase recovery atau pemulihan," kata Hendri Saparini, pendiri dan ekonom dari CORE Indonesia.
Tidak hanya mendorong negara-negara G20 memiliki pemahaman yang sama dalam pemulihan ekonomi, Hendri menilai semestinya perhelatan ini dapat mendorong negara-negara maju untuk memberikan keleluasaan bagi setiap negara untuk memilih kebijakan yang terbaik, baik secara global ataupun untuk kepentingan dalam negeri.
"Sebagai contoh kesepakatan untuk memasuki ekonomi dunia yang lebih hijau, bukan berarti harus menyepakati kebijakan, roadmap atau pilihan teknologi. Sebab, setiap negara G20 memiliki perbedaan struktur ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain," ungkap Hendri.
Maka dari itu, Kata Hendri, mendorong pemahaman negara-negara dalam KTT G20 merupakan salah satu hal yang sangat penting. Ia juga berharap penyelenggaraan yang telah dilakukan pemerinta dalam setahun terakhir berjalan lancar dan dapat menutup mandat sebagai Presidensi G20 dengan memberikan kesan yang positif sebagai tuan rumah pertemuan Pucak KTT G20 ke-21.
“Selain itu juga mampu mempromosikan potensi ekonomi untuk industri dan perdagangan di Indonesia, sehingga negara maju mau berinvestasi di Inonesia,” harapnya.
Hendri berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melihat sisi positif dari penyelenggaraan KTT G20 tersebut. Masyarakat bisa ikut menyumbangkan pemikiran dan dukungan, serta yang terpenting memberikan masukkan kepada pemerintah.
“Sebab, pada dasarnya pekerjaan rumah yang ditinggalkan dari pertemuan nanti jauh lebih penting agar Indonesia mendapatkan manfaat yang lebih besar dan jangka panjang untuk kemajuan yang lebih inlusif,” tutup Hendri.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani pun turut menyampaikan hal yang sama. Ia meyakini bahwa forum G20 yang dilaksakan nantinya dapat membawa harapan sekaligus navigasi ketika terjadi krisis.
“Kami percaya G20 bisa menjadi sinyal harapan yang sangat positif, khususnya ketika terjadi krisis. Kepercayaan itu berdasarkan kenyataan sejarah ketika G20 bisa mengatasi krisis keuangan global,” ungkap Sri Mulyani. (RO/OL-15)
Selama rangkaian KTT G20, Wapres juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara sahabat
AGENDA puncak G20 yang akan digelar di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 22-23 November mendatang akan dibagi menjadi tiga sesi utama.
Trump menuding adanya pembunuhan dan pembantaian terhadap kelompok Afrikaner atau keturunan pemukim Belanda, Prancis dan Jerman serta penyitaan ilegal atas tanah dan pertanian mereka.
KETUA Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie berdiskusi dengan Presiden Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa
Prabowo berhasil membawa komitmen investasi USD18,5 miliar atau setara Rp294,5 triliun dari hasil kunjungan ke luar negeri selama dua pekan terakhir
Di Inggris, Presiden Prabowo Subianto akan memenuhi undangan Raja Charles III bertemu di Buckingham Palace.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved