Rabu 02 November 2022, 16:41 WIB

Presidensi G20 Jadi Peluang Besar Prospek Ekonomi Indonesia

Widhoroso | Ekonomi
Presidensi G20 Jadi Peluang Besar Prospek Ekonomi Indonesia

AFP
G20

 

MENJADI tuan rumah atau Presidensi G20 merupakan sebuah peluang besar bagi kemajuan ekonomi Indonesia bahkan dapat memberikan pengaruh positif pada sektor lainnya. Indonesia akan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-21 yang akan dihelat di Nusa Dua Bali, 15-16 November mendatang. 

"Terdapat kesempatan Indonesia untuk mengenalkan tidak hanya ekonomi dan kemajuan Indonesia, tetapi juga pandangan Indonesia terhadap ketidakpastian ekonomi dunia dalam memasuki fase recovery atau pemulihan," kata Hendri Saparini, pendiri dan ekonom dari CORE Indonesia.

Tidak hanya mendorong negara-negara G20 memiliki pemahaman yang sama dalam pemulihan ekonomi, Hendri menilai semestinya perhelatan ini dapat mendorong negara-negara maju untuk memberikan keleluasaan bagi setiap negara untuk memilih kebijakan yang terbaik, baik secara global ataupun untuk kepentingan dalam negeri.

"Sebagai contoh kesepakatan untuk memasuki ekonomi dunia yang lebih hijau, bukan berarti harus menyepakati kebijakan, roadmap atau pilihan teknologi. Sebab, setiap negara G20 memiliki perbedaan struktur ekonomi, sosial, politik, dan lain-lain," ungkap Hendri.

Maka dari itu, Kata Hendri, mendorong pemahaman negara-negara dalam KTT G20 merupakan salah satu hal yang sangat penting. Ia juga berharap penyelenggaraan yang telah dilakukan pemerinta dalam setahun terakhir berjalan lancar dan dapat menutup mandat sebagai Presidensi G20 dengan memberikan kesan yang positif sebagai tuan rumah pertemuan Pucak KTT G20 ke-21.

“Selain itu juga mampu mempromosikan potensi ekonomi untuk industri dan perdagangan di Indonesia, sehingga negara maju mau berinvestasi di Inonesia,” harapnya.

Hendri berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melihat sisi positif dari penyelenggaraan KTT G20 tersebut. Masyarakat bisa ikut menyumbangkan pemikiran dan dukungan, serta yang terpenting memberikan masukkan kepada pemerintah.

“Sebab, pada dasarnya pekerjaan rumah yang ditinggalkan dari pertemuan nanti jauh lebih penting agar Indonesia mendapatkan manfaat yang lebih besar dan jangka panjang untuk kemajuan yang lebih inlusif,” tutup Hendri.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani pun turut menyampaikan hal yang sama. Ia meyakini bahwa forum G20 yang dilaksakan nantinya dapat membawa harapan sekaligus navigasi ketika terjadi krisis.  

“Kami percaya G20 bisa menjadi sinyal harapan yang sangat positif, khususnya ketika terjadi krisis. Kepercayaan itu berdasarkan kenyataan sejarah ketika G20 bisa mengatasi krisis keuangan global,” ungkap Sri Mulyani. (RO/OL-15)

Baca Juga

Antara

Ekonomi Global Melambat, Sektor Industri Tetap Ekspansif

👤Ficky Ramadhan 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:50 WIB
Menurut S&P Global, sektor manufaktur Indonesia tercatat selalu konsisten di atas tanda dan tidak ada perubahan, yakni...
MI/Seno

Airlangga Beberkan Alasan Serapan Daerah Rendah Tahun Ini

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:39 WIB
Sedianya, pada tahun ini, ada banyak pengeluaran yang ditujukan untuk penanganan covid-19. Namun pada kenyataannya, pandemi...
Dok. Itama Ranoraya

Ganti Logo, Itama Ranoraya Bertekad Terus Tingkatkan Kinerja

👤Mediandonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:36 WIB
“Pergantian logo dilakukan dengan tujuan memacu semangat dan gairah baru seluruh insan perusahaan berlari bersama-sama untuk mencapai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya