Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
TRADE Expo Indonesia (TEI) yang tengah berlangsung saat ini bukan hanya memperkuat dan mengembangkan ekspor produk Indonesia ke pasar-pasar utama seperti ke Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Korea dan Eropa.
TEI ternyata juga berhasil membuka dan menggarap pasar-pasar non tradisional yang tengah berkembang yaitu Afrika. Beberapa komitmen perdagangan dengan negara-negara Afrika seperti Mesir, Afrika Selatan dan Kamerun berhasil dibuat melalui TEI.
Menurut Wamendag Jerry Sambuaga, berhasilnya produk-produk yang dipamerkan di TEI dalam menembus pasar Afrika sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menggarap pasar non tradisional.
Jerry melihat bahwa ke depan pasar Afrika akan terus berkembang sejalan dengan meningkatnya kestabilan politik dan kesejahteraan masyarakat negara-negara di kawasan tersebut.
Beberapa produk yang berhasil menembus pasar Afrika antara lain CPO dan turunannya, fashion, kopi, mesin, pupuk, obat-obatan dan lain-lain.
Mengingat TEI masih berlangsung, Jerry yakin bahwa negara-negara Afrika juga akan makin melirik produk-produk lain seperti otomotif, elektronika hingga makanan dan minuman.
Baca juga: Abang Express Bantu Ribuan Pelaku UMKM Tembus Pasar Global
"Sangat-sangat berpeluang terjadi kesepakatan-kesepakatan baru dengan negara-negara lain. Exposure TEI kali ini sangat bagus mengingat ini menjadi event TEI pasca pandemi yang juga dilakukan secara offline di samping online. Teman-teman di Kemendag terus mempromosikan dan mengundang pelaku usaha dari Afrika untuk makin aktif mengeksplore produk Indonesia," kata Jerry.
Menurut Wamendag, Afrika akan menjadi target market yang bagus, bukan hanya sebagai pasar komoditas tetapi juga produk-produk manufaktur di bidang farmasi, elektronika, otomotif, mesin-mesin hingga alat-alat komunikasi. Jerry yakin produk Indonesia cukup kompetitif dengan produk negara lain.
Selain itu, Jerry juga menekankan pentingnya ekspansi produk-produk jasa Indonesia ke pasar Afrika. Dalam sektor ini Indonesia punya banyak keunggulan kompetitif terutama dari kualitas tenaga kerja.
Sektor-sektor jasa konstruksi, perminyakan, telekomunikasi, pariwisata dan kesehatan menjadi sektor yang cukup punya peluang. Wakil Menteri milenial ini mendorong agar pelau jasa di sektor-sektor tersebut.
"Jadi untuk pasar Afrika, bukan hanya produk barang yang punya peluang besar, tetapi juga produk-produk jasa. Saya berharap pelaku-pelaku industri di sektor tersebut juga makin aktif dalam berpromosi. Kami di Kemendag tentu akan memberikan fasilitasi dan dukungan penuh." tandas Wamendag.
Untuk menunjang ekspansi ekspor Indonesia di bidang barang dan jasa, Jerry mengatakan bahwa Kemendag akan terus mengembangkan kerjasama dan perjanjian-perjanjian perdagangan dengan negara-negara Afrika.
Ia berharap semua wilayah Afrika baik di Utara, Sub Sahara hingga Afrika bagian selatan bisa terjangkau oleh perjanjian-perjanjian perdagangan. (RO/OL-09)
ARAH pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai semakin tak jelas dan tampak serampangan. Penambahan kursi wakil menteri (wamen) di Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.
PAKAR Kebijakan Publik, Agus Pambagio, mendesak pemerintah untuk segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal larangan wakil menteri untuk rangkap jabatan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkaji putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal larangan wakil menteri merangkap jabatan. Kajian ini diharap bisa mencegah celah korupsi terbuka.
MK mengabulkan sebagian gugatan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. MK melarang wakil menteri atau wamen rangkap jabatan.
Mahkamah Konstitusi secara tegas melarang wakil menteri merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya.
Mahkamah Konstitusi secara resmi melarang wakil menteri atau wamen merangkap jabatan.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved