Rabu 26 Oktober 2022, 10:41 WIB

Galon Guna Ulang Berkontribusi Atasi Masalah Sampah dan Menyumbang Pertumbuhan Ekonomi

Mediaindonesia.com | Ekonomi
 Galon Guna Ulang Berkontribusi Atasi  Masalah Sampah dan Menyumbang Pertumbuhan Ekonomi

MI/Immanuel Antonius
Pekerja mengatur tumpukan galon air minum isi ulang di pusat pengisian di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

 

Pemerintah telah menyusun peta jalan transformasi ekonomi hijau yang menitikberatkan pada pengurangan penggunaan sampah plastik guna mencapai target menekan sampah plastik hingga 70 % di tahun 2025. 

Untuk itu dibutuhkan tindakan prioritas di seluruh ekosistem pengelolaan sampah termasuk pengurangan penggunaan plastik, inovasi kemasan, serta pemulihan, daur ulang, dan pengumpulannya sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No.75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah. 

Dalam diskusi Mengkaji Pemanfaatan Kemasan Galon Guna Ulang dalam Praktik Ekonomi Sirkular yang digelar secara daring, Selasa (25/10) Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia, menyampaikan sejumlah inisiasi Danone-AQUA dalam mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi sampah plastik, 

Dalam mengurangi kebocoran sampah plastik di laut, perusahaan secara konsisten mengimplementasikan pendekatan bisnis yang komprehensif dengan tiga fokus utama yaitu, pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah plastik, edukasi bagi konsumen untuk turut bertanggung jawab atas sampah dan inovasi atas kemasan yang digunakan, termasuk kemasan galon guna ulang. 

"Saat ini, 70% bisnis Danone-AQUA merupakan produksi air minum dengan kemasan galon guna ulang yang praktinya telah sepenuhnya sirkular,ujarnya.  

Kemasan Galon Guna Ulang AQUA telah digunakan hingga 150 juta masyarakat Indonesia. 

"Melalui model bisnis guna ulang ini kami berkomitmen untuk dapat menghadirkan produk air minum yang berkualitas sekaligus mengurangi timbulan sampah yang mungkin terjadi. Kemasan Galon Guna Ulang dapat meminimalisir dampak terhadap lingkungan dengan lebih rendah karbon, serta lebih efisien dalam penggunaan air dan plastik. Dengan pengunaan selama bertahun-tahun oleh konsumen di Indonesia, tanpa disadari galon guna ulang telah membentuk budaya reduce dan reuse di Indonesia,” tambah Karyanto.

Sejalan dengan hal tersebut, Penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM) FEB UI menyatakan salah satu alasan konsumen memilih galon guna ulang adalah membantu meminimalisir dampak lingkungan. 

“Riset menyatakan, bahwa tanpa penggunaan Galon Guna Ulang, 7 dari 10 konsumen akan beralih pada penggunaan kemasan sekali pakai. Dengan demikian, tentunya hal ini akan berpotensi meningkatkan timbulan sampah kemasan sekali pakai hingga 770.000 ton per tahun. Akibatnya, emisi sampah plastik akan bertambah hingga 1.655.500 ton per tahun” papar Bisuk Abraham Sisungkunon, Peneliti Ekonomi Lingkungan, Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Indonesia (FEB UI).

Selain mengurangi dampak terhadap lingkungan, penggunaan Galon Guna Ulang juga berkontribusi positif bagi perekonomian bangsa melalui sumbangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp 460 miliar. Lebih lanjut, sektor Galon Guna Ulang juga mendorong penciptaan lapangan kerja nasional sebesar 16.732 yang berasal dari 13.316 kesempatan kerja langsung sebagai agen pemasaran produk,
pekerja depo, supir truk distribusi hingga potensi penambahan 3.416 lapangan kerja tidak langsung dari sektor industri ini.

Wawan Some, Aktivis Lingkungan dari Komunitas Nol Sampah, menyatakan, “Pada prakteknya, kami sudah memahami bahwa galon guna ulang memiliki kontribusi dalam mengurangi kebocoran sampah plastik di lingkungan. Karena, dengan mengonsumsi air kemasan galon guna ulang, masyarakat secara tidak langsung menjalankan budaya reuse yang berdampak dalam mengurangi potensi sampah plastik."

Dengan adanya data dari LPEM UI justru semakin mempertegas bahwa Galon Guna Ulang memberikan kontribusi bagi ekonomi sirkular. “Temuan ini dapat kami jadikan materi edukasi masyarakat dan advokasi pemerintah,” imbuh Wawan.

Ahmad Zainal Abidin, Ahli kimia, sekaligus pakar polimer dari Institut Teknologi Bandung (ITB), memastikan bahwa air mineral kemasan galon guna ulang selain mendukung ekonomi sirkular juga tentunya aman untuk digunakan sebagai kemasan pangan, “Galon Guna Ulang terbuat dari Polycarbonate (PC) yang memiliki performansi baik, dari sisi kekuatan, kimia, thermal serta mekaniknya. Untuk saat ini kemasan galon guna ulang merupakan pilihan yang terbaik dibanding jenis lainnya. Harus dilihat bahwa kemasan plastik PC yang digunakan pada Galon Guna Ulang telah melalui proses pengolahan yang tentunya memiliki standar yang ketat. 

"Sehingga keamanan penggunaanya tidak perlu diperdebatkan lagi, karena telah memenuhi standar food grade dan terlebih lagi kemasan PC merupakan kemasan yang lebih ramah lingkungan,” tandasnya. 

Dari sisi ilmiah, menurut Zainal, kandungan kimia yang digunakan dalam kemasan pangan merupakan zat prekursor yang tentunya sangat aman setelah melalui berbagai proses pengolahan.(RO/E-1)

Baca Juga

MI/Susanto

Bank Jago Berencana Lakukan Direct Landing di Aplikasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 09:08 WIB
Keunggulan Bank Jago dalam kerja sama pembiayaan adalah portofolio dana murah yakni tabungan dan giro  yang cukup...
Antara/Aprilio Akbar

Sri Mulyani: Pergantian Gubernur BI Sudah Diatur dalam UU

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 08:22 WIB
Menkeu, Gubernur BI Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa...
Mi/Agus Utantoro

Tren Penggunaan Aplikasi Penjualan Tiket bakal Melejit

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 08:03 WIB
PT Global Payment Indonesia merilis aplikasi PergiLagi pada Februari 2023 yang merupakan aplikasi multi fungsi untuk membantu berbagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya