Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sinergi dan kerja sama semua pihak untuk memperkokoh fondasi perekonomian nasional menjadi hal yang penting. Terlebih ekonomi global diprediksi akan mengalami resesi pada tahun depan.
Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam Capital Market Summit & Expo secara daring, Kamis (13/10). "Kerja sama semua pihak, termasuk pasar modal membuat ekonomi Indonesia mampu tumbuh di atas 5% dalam tiga triwulan terakhir, dan di triwulan keempat (hingga akhir tahun) nanti diharapkan kita bisa mencapai target," ujar Airlangga.
Dia menambahkan, dalam tahun berjalan, pasar modal Indonesia masih memiliki kinerja yang relatif baik. Dari sisi return, misalnya, pasar modal dalam negeri masih berada di kisaran 5%. Lebih baik ketimbang pasar modal di Malaysia yang -11%, Shanghai -18%, bahkan S&P di AS -24%.
Selain itu, pasar saham nasional juga masih mencatatkan net inflow Rp70 triliun selama 9 bulan terakhir. Bahkan setidaknya 800 perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia. "Ini capaian baik bagi otoritas dan modal perekonomian nasional ke depan," kata Airlangga.
Capaian apik dari pasar modal itu dinilai dapat membantu penguatan perekonomian nasional di tengah ancaman memburuknya perekonomian global yang diprediksi kian suram tahun depan.
Merujuk laporan Dana Moneter International atau International Monetary Fund (IMF), ekonomi dunia diperkirakan hanya akan tumbuh 2,7%, lebih rendah dari prakiraan pertumbuhan tahun ini di level 3,2%.
Melambatnya ekonomi dunia itu didorong oleh dampak pandemi covid-19 yang belum sepenuhnya usai, meningginya ketegangan konflik Rusia-Ukraina, tantangan perubahan iklim, dan meningkatnya inflasi global.
Baca juga: Presiden: Ungkap Penyebab Industri Ritel Alami Penurunan
Dalam laporan itu, IMF juga memperkirakan inflasi pada tahun ini akan meningkat 0,5% menjadi 8,8%. Indikator biaya hidup itu diperkirakan akan menurun ke level 6,5% di 2023.
Memburuknya kondisi perekonomian dunia juga dikonfirmasi oleh pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan 28 negara telah masuk antrean untuk mendapatkan bantuan dari lembaga pemberi pinjaman itu. Jumlah itu, kata Airlangga, jauh lebih banyak ketimbang krisis keuangan yang sempat menimpa Asia.
"Jadi kita harus berhati-hati, saat ini kita menghadapi the perfect storm. Lebih dari 55 negara ekonominya melambat, bahkan kontraksi," kata dia.
Airlangga memastikan pemerintah akan berupaya untuk menavigasi perekonomian nasional ke arah pertumbuhan yang kuat. Itu sedianya mulai dilakukan melalui penebalan bantalan sosial untuk mengantisipasi dampak buruk dari penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) awal bulan lalu.
Selain itu, pengambil kebijakan juga akan terus mengoptimalisasi seluruh instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. "Di jangka panjang pemerintah terus berkomitmen agar ekonomi inklusif terus berjalan dan implementasi UU Cipta Kerja," kata Airlangga.
"Itu dengan beberapa sektor antara lain percepatan digitalisasi, pemberantasan kemiskinan ekstrem, optimalisasi LPI/INA yang tentunya sebagian besar akan berinvestasi berbasis kepada pasar modal," pungkas dia. (OL-4)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Infografis pencapaian kinerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sepanjang tahun 2025
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan atas seluruh substansi tarif resiprokal.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) memastikan bahwa Indonesia saat ini terus berproses untuk bergabung sebagai anggota penuh OECD.
Indonesia jadi negara pertama yang capai kesepakatan penurunan tarif dengan AS dari 32% menjadi 19%, langkah diplomasi ekonomi yang jaga kepentingan nasional.
Pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP), sebagai tindak lanjut pelaksanaan program strategis nasional berjalan efektif
SEKRETARIS Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan, capaian investasi Indonesia terus menunjukkan kinerja yang kuat dan semakin berkualitas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved