Kamis 13 Oktober 2022, 06:20 WIB

Harga Emas Turun 8,50 Dolar AS Usai Data Inflasi AS Berlanjut

mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Emas Turun 8,50 Dolar AS Usai Data Inflasi AS Berlanjut

dok.ant
Ilustrasi

 

HARGA emas turun pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (13/10/2022), berbalik melemah dari kenaikan sesi sebelumnya karena data ekonomi menunjukkan inflasi berlanjut di Amerika Serikat dan investor menghindari taruhan besar menjelang data inflasi utama minggu ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 8,50 dolar AS atau 0,5 persen, menjadi ditutup pada 1.677,50 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di 1.685,10 dolar AS dan terendah sesi di 1.668,00 dolar AS.

Emas berjangka terangkat 10,80 dolar AS atau 0,64 persen menjadi 1.686,00 dolar AS pada Selasa (11/10/2022), setelah anjlok 34,10 dolar AS atau 1,99 persen menjadi 1.675,20 dolar AS pada Senin (10/10/2022), dan jatuh 11,5 dolar AS atau 0,67 persen menjadi 1.709,30 dolar AS pada Jumat (7/10/2022).

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Rabu (12/10/2022) bahwa indeks harga produsen (IHP), ukuran harga yang diperoleh bisnis AS untuk barang dan jasa yang mereka hasilkan, meningkat 0,4 persen pada September, lebih tinggi dari perkiraan pasar untuk kenaikan 0,2 persen.

Data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan terus secara agresif menaikkan suku bunga, sehingga meredam emas.

Tak lama setelah lantai perdagangan emas ditutup, risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dirilis. Risalah menunjukkan bahwa melihat sedikit bukti inflasi turun lumayan, Federal Reserve bertujuan untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi sampai melihat bukti "menarik" penurunan inflasi.

Risalah menunjukkan bahwa pembuat kebijakan menyatakan keprihatinan atas persistensi inflasi yang tinggi, dan banyak yang lebih khawatir melakukan terlalu sedikit tindakan untuk mengendalikan inflasi daripada terlalu banyak.

Pedagang juga dengan hati-hati menunggu laporan indeks harga konsumen (IHK) AS untuk September yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat, untuk indikasi terbaru tentang gambaran inflasi. Para analis memperkirakan inflasi harga konsumen, pengukur inflasi yang lebih diawasi menunjukkan inflasi tetap mendekati level tertinggi 40 tahun.

Harga emas masih bertahan di bawah level support utama 1.700 dolar AS, karena tekanan dari dolar meningkat di tengah sinyal yang lebih hawkish dari Federal Reserve.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 54,9 sen atau 2,82 persen, menjadi ditutup pada 18,938 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 18,10 dolar AS atau 2,01 persen, menjadi ditutup pada 881 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Kembali Turun Selama Tiga Hari Berturut-turut

Baca Juga

dok.Ist

Workshop Scalling UP, SMKPPN Tempa Calon Wirausaha Muda Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 23:01 WIB
BADAN Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan bersama Internasional Fund for Agricultural Development (IFAD) gencar...
DOK pribadi.

Akselerasi Pebisnis Kuliner Bandung, ESB Hadir di BIFHEX 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 21:08 WIB
ESB menghadirkan teknologi software yang terintegrasi khusus untuk operasional bisnis kuliner F&B, baik restoran, cloud kitchen, warung...
Dok MI

Industri Layanan Pernikahan Berpotensi Menjadi Panggung Bisnis

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Februari 2023, 21:01 WIB
Industri pernikahan berpotensi menjadi panggung bisnis, mengingat tingginya angka pernikahan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya