Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen akan terus melalukan percepatan perluasan akses atau inklusi keuangan bagi masyarakat untuk mencapai inklusi keuangan sebesar 90% pada tahun 2024.
Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, hal ini sejalan dengan target Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menargetkan inklusi keuangan mencapai 90% pada 2024. Hal ini juga untuk mendukung prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pembangunan nasional melalui pemberian kemudahan akses keuangan kepada masyarakat.
"Kita semua tahu target Pak Presiden adalah inklusi 90% pada tahun 2024, insyaallah kita akan bisa capai," kata Friderica dalam konferensi pers, Jumat (7/10).
Frederica melanjutkan, pada tahun 2022 tingkat inklusi keuangan mencapai sekitar 80%. Namun untuk lebih rincinya tingkat inklusi keuangan tahun 2022 akan disampaikan pada penutupan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) pada 29 Oktober mendatang.
"Untuk kedepanya, dalam 2 tahun kedepan kami berharap inklusi keuangan bisa lebih dari 90%," ujarnya.
Berdasarkan survei nasional OJK yang dilakukan per tiga tahun, tingkat inklusi dan literasi keuangan meningkat setiap tahunnya.
Pada 2019, inklusi keuangan mencapai 76,19% dan literasi 38,03%. Kemudian pada 2016, inklusi keuangan mencapai 67,8% dan literasi keuangan 29,7%. Dan pada 2013, inklusi keuangan mencapai 59,74% dan literasi keuangan 21,84%.
Federica melanjutkan, sektor keuangan yang inklusif akan memiliki deposan ritel yang lebih beragam dan stabil, yang dapat meningkatkan stabilitas sistem keuangan dan mengurangi risiko sistemik.
"Tentunya dengan stabilitas sistem keuangan yang terjaga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan produk keuangan," tuturnya. (OL-6)
Perencanaan yang matang merupakan kunci untuk menyeimbangkan antara kebutuhan saat ini dan impian di masa depan.
Masyarakat semakin cepat mengakses layanan keuangan digital, namun pemahaman mereka belum sepenuhnya sejalan.
Sejak berdiri pada 2000, SMS Finance telah melayani jutaan pelanggan dalam sektor pembiayaan, khususnya pembiayaan mobil bekas dan multiguna.
Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan dalam inklusi dan literasi keuangan nasional, termasuk pembentukan dewan baru yang fokus pada kesejahteraan keuangan.
Forum ini menjadi wadah strategis bagi Aftech untuk menyatukan langkah industri, regulator, dan mitra global dalam mempercepat inklusi keuangan digital.
Rupiah digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat sistem pembayaran lintas batas, serta menjadi fondasi yang kokoh bagi inovasi keuangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved