Rabu 28 September 2022, 09:45 WIB

Pertemuan Mentan G20 Resmi Dibuka, Mentan SYL: Pangan adalah Human Rights

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pertemuan Mentan G20 Resmi Dibuka, Mentan SYL: Pangan adalah Human Rights

Ist/Kementan
Mentan SYL mewakili Indonesia dalam Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 di Bali, Rabu (28/9).

 

PEREMUAN Tingkat Menteri Kelompok Kerja Pertanian G20 atau Agriculture Ministers Meeting (AMM) resmi dibuka.

Saat membuka pertemuan tersebut secara resmi, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa persoalan pangan adalah persoalan Human Rights. 

“Persoalan tentang pangan adalah persoalan yang berkaitan dengan Human Rights, Kehadiran seluruh delegasi di sini menunjukkan komitmen kita semua untuk mengatasi ancaman krisis pangan global dan dukungan penuh kepada Presidensi G20 Indonesia” ungkap Syahrul di Jimbaran, Bali. 

Tantangan global saat ini, mulai dari krisis perubahan iklim, pandemi Covid-19, serta diperparah oleh eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, ungkap Syahrul, menuntut gerakan dan komitmen bersama seluruh negara - negara G20 untuk mengambil tindakan segera mendorong percepatan transformasi sistem pertanian dan pangan.

“Kita harus melakukan tindakan segera dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, untuk mendorong percepatan transformasi sistem pertanian dan pangan menjadi lebih efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan serta memastikan produksi pangan, gizi, dan lingkungan yang lebih baik, tidak ada yang terlewatkan dan tertinggal” jelas Syahrul. 

Baca juga: Swasembada Pangan Saat Pandemi, FAO: Indonesia Sukses Cetak Sejarah

Ia melanjutkan bahwa pertemuan ini akan fokus mendiskusikan tiga isu prioritas yang pertama adalah mempromosikan sistem pertanian dan pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

Kedua, mempromosikan perdagangan pertanian yang terbuka, adil, dapat diprediksi, transparan, dan non-diskriminatif untuk Memastikan Ketersediaan dan Keterjangkauan Pangan untuk Semua; dan
 
“Dan yang terakhir adalah kewirausahaan pertanian inovatif melalui pertanian digital untuk meningkatkan penghidupan petani di perdesaan” rinci Syahrul. 

Ketiga isu prioritas tersebut, lanjut Syahrul akan mudah terealisasi apabila semua negara G20 berkomitmen untuk bergerak bersama,

“Kolaborasi adalah kunci untuk mengatasi tantangan saat ini dan di masa datang, Kami yakin, hanya dengan kolaborasi dan sinergi yang erat kita dapat mewujudkan Recover Together, Recover Stronger,” tutup Syahrul. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Moat Angga

Sah, Pengawasan Koperasi Simpan Pinjam Tidak Dibawah OJK

👤Mediandonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 00:09 WIB
Kemenkop akan mengajukan RUU Koperasi yang salah satu poinnya adalah pembentukan Otoritas Pengawas...
Antara

Pemerintah Siapkan Program B35 untuk Tangkal Krisis Energi

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:54 WIB
Airlangga menyebut cara tersebut bisa mengurangi jumlah impor minyak mentah untuk penyediaan bahan bakar minyak jenis...
Ilustrasi

2.109 Debitur Ikut Program Keringanan Utang Pemerintah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:48 WIB
Kriteria untuk bisa mengikuti program keringanan utang tersebut yakni apabila kepengurusan piutangnya telah diserahkan kepada Panitia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya