Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
Anggota Komisi I DPR RI Hillary Brigitta Lasut menyoroti kasus yang tinggi terkait Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal di Nusa Tenggara Barat.
Pada bulan Maret tahun 2022 ada kejadian TNI AL telah mengevakuasi kapal-kapal karam yang ditumpangi PMI Ilegal di Selat Malaka.
"Saya ingin mengetahui bagaimana Lanal Mataram ke depannya untuk mengantisipasi kejadian seperti ini. Sehingga kami bisa tahu dan mengerti bahwa sebetulnya tanpa terlalu disoroti memang pihak Lanal sudah bekerja dan bergerak," ujar Hillary saat mengikuti Kunspek Komisi I DPR mengunjungi Markas Komando Lanal Mataram, di NTB, Selasa (27/9).
"Apalagi posisi yang dilewati mereka areal lautnya luas dan strategis untuk para komplotan ilegal ini melintasi areal kita menuju negara lain," ucap Hillary.
Baca juga: BP2MI Diminta Jangan Jadikan Pekerja Migran Indonesia Komoditas Politik
Politikus Fraksi Partai NasDem ini menambahkan, pada saat Komisi I melakukan kunjungan ke Australia, PMI Ilegal itu rata-rata masyarakatnya berasal dari NTB. Untuk itu, perlu adanya upaya dan tindakan-tindakan yang komprehensif untuk menyelesaikan masalah ini.
Dalam kesempatan yang sama, Danlanal Mataram, Kolonel Laut (P) Djawara Twies Wimbo Agitya mengatakan, memang para PMI Ilegal ini menuju negara terdekat seperti Australia melewati area yang angin dan arusnya saat bergerak ke selatan kapal-kapal kecil itu menjadi kencang.
Namun, pada saat ini para pencari suaka itu mulai berkurang karena armada terus melaksanakan patroli, bahkan waktu itu ada patroli latihan bersama dengan Australia.
"Untuk mengetahui lebih dini agar hal tersebut tidak terjadi lagi, kami sekarang juga punya pasukan seperti Babinsa, merekalah yang kita taruh di pos-pos, kemudian mereka kita bekali untuk melakukan pengenalan siluet kapal-kapal kepada nelayan, karena mereka ini yang tiap hari ke laut," jelasnya.
"Pasukan ini berangkat malam hari dan jam 9 pagi baru kembali, tiap hari seperti itu, walaupun dengan segala keterbatasan tapi rutin mereka lakukan. Jadi begitu mereka melihat ada kapal mencurigakan mereka akan langsung melaporkan untuk mengantisipasi dini," ujar Wimbo. (RO/OL-09)
PEKERJA migran Indonesia asal Jawa Timur di kawasan Timur Tengah berpotensi tidak bisa pulang ke Tanah Air saat momen mudik Lebaran tahun ini.
GUBERNUR Ahmad Luthfi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) terus memantau kondisi pekerja migran Indonesia dari Jawa Tengah, yang berada di kawasan Timur Tengah.
DPR minta pemerintah menjamin keselamatan seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Timur Tengah setelah penyerangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Eskalasi konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat semakin meluas dan berdampak pada sejumlah negara Teluk.
konflik di Timur Tengah berdampak ratusan ribu Pekerja Migran Indonesia Migrant Care membuka Posko Informasi & Pengaduan Darurat Krisis Timur Tengah
Migrant Care menyatakan keprihatinan yang mendalam atas eskalasi konflik Timur Tengah yang berpotensi menimbulkan krisis kemanusiaan.
Melalui pantauan satelit bisa diketahui dengan mudah jika terjadi alih fungsi hutan.
Akan terjadi kerusakan harga dan juga mental dari para petani apabila mereka mendengar kabar adanya beras impor yang masuk saat mereka sedang memasuki musim tanam.
Harus ada koordinasi yang matang dan komprehensif antara Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) dengan pemerintah
Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan dalam satu hari, yakni narkotika seberat sekitar 475 gram dan 96 botol minuman beralkohol ilegal tanpa pita cukai.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, nilai impor pakaian bekas melonjak tajam dari US$44 ribu (8 ton) pada 2021 menjadi US$272 ribu (26,22 ton) pada 2022.
Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD DKI Jakarta melakuakan sidak ke empat lokasi parkir off street yang tidak berizin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved