Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPEMIMPINAN Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga memasuki periode kedua telah berhasil menjaga stabilitas politik Tanah Air. Hal tersebut menjadi fondasi dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh daerah.
Keberhasilan tersebut rupanya membawa dampak positif besar bagi masyarakat. Realisasi program pembangunan Jokowi mempercepat terwujudnya visi infrastruktur yang adil dan merata.
“Terkait stabilitas politik dua periode pemerintahan Presiden Jokowi, saya melihat bagaimana stabilitas politik kita ditarik ke kebijakan pembangunan saat ini," kata aktivis Pemuda Nasional Sahat MP Sinurat, Kamis (22/9)
Ia menambahkan, pencapaian Jokowi yang mampu membuat stabilitas politik terjaga dengan baik, tidak terlepas dari komitmen merealisasikan pemerataan pembangunan di Tanah Air.
Peran besar Jokowi, lanjut dia, tertuang dalam setiap kebijakan yang diluncurkan pemerintah. Lebih dari itu, pembangunan infrastruktur Jokowi dinilai telah berhasil menyentuh persoalan inti masyarakat.
"Kita tahu di era Pak Jokowi pembangunan yang beliau prioritaskan di periode pertama adalah pembangunan infrastruktur,” ujar Sahat.
Hingga saat ini, total pembangunan tol telah mencapai 2.042 km, sedangkan pembangunan non-tol mencapai 5.515 km. Selain itu, pembangunan proyek bandara telah mencapai 16 bandara dan 38 bandara mendapatkan perbaikan. Pembangunan proyek pelabuhan juga dioptimalisasi dengan 18 pelabuhan baru dan sebanyak 128 pelabuhan mengalami perbaikan.
Tak hanya pembangunan infrastruktur jalan tol, konstruksi bandara juga turut dipercepat. Percepatan konstruksi bandara turut didorong oleh presiden Jokowi yang mana hingga saat ini, terdapat 29 proyek bandara yang dapat diselesaikan dan 9 konstruksi ditargetkan akan rampung pada tahun 2023. Hal itu merupakan peningkatan karena sebelumnya, hingga tahun 2014, hanya terdapat total 24 pembangunan proyek bandara di Indonesia.
Menurut Sahat, Jokowi dalam merealisasikan pembangunannya selalu menerapkan asas ideologi Pancasila. Yakni dengan memberi ruang bagi seluruh masyarakat tanpa ada yang dibedakan
“Bagaimana beliau (Jokowi) itu memberi ruang untuk setiap pemeluk agama bahkan aliran kepercayaan apa pun itu bisa memeluk agamanya masing-masing dengan bebas,” pungkasnya. (OL-8)
Pemerintah Kota Tangerang Selatan menggelar pelatihan dan uji sertifikasi kompetensi bagi 150 tenaga kerja konstruksi, meningkatkan kualitas SDM sektor konstruksi.
Makhruzi mengatakan pihaknya berencana memperkuat fungsi sosial PLBN tidak hanya sebagai pintu perlintasan, tetapi juga pusat layanan masyarakat.
Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, setelah terjatuh akibat jalan berlubang, Senin pagi.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Emirat Arab, mengumumkan investasi sekitar Rp4 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved