Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Said Abdullah mengatakan, daya listrik 450 Volt Ampere (VA) dipastikan akan tetap ada di tahun depan. Sebab, sejauh ini dalam pembahasan RAPBN 2023, tidak ada kesepakatan mengenai penghapusan penggunaan daya listrik tersebut.
"RUU APBN 2023 masih menggunakan struktur yang sama. Ini (penghapusan daya listrik 450VA) masih wacana berupa usulan," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (14/9).
Said menambahkan, kalau pun usulan itu nantinya diterima dan diterapkan, maka penghapusan itu tidak dapat dilakukan secara cepat. Percepatan pengalihan penggunaan daya listrik 450 VA ke 900 VA hanya bisa dilakukan jika pengguna telah mengalami peningkatan ekonomi.
"Terhadap keluarga kemiskinan parah dengan 450 VA tentu tidak bisa kita lakukan dengan serta merta ke 900 VA," jelasnya.
Usulan tersebut juga sedianya sekaligus mendorong PT PLN melakukan pemutakhiran data pengguna. Dengan begitu, perseroan dinilai mampu melakukan penilaian berdasarkan konsumsi listrik secara bulanan.
Bila memang pengguna daya listrik 450 VA tersebut dirasa mampu untuk beralih ke daya 900 VA, maka tidak serta merta pula subsidi listrik kepada pengguna tersebut dicabut.
"Kita dorong mereka ke 900 VA, namun subsidinya juga kita tambah jika mereka bergeser dari 450 VA ke 900 VA dan ini harus dilakukan secara bertahap," terang Said.
Wacana penghapusan daya listrik 450 VA mencuat ketika Banggar melakukan rapat Panitia Kerja A RUU APBN 2023 pada Senin (12/9). Said kala itu mengusulkan agar pengguna daya listrik 450 VA dialihkan ke 900 VA.
Usulan itu juga menurutnya sejalan dengan upaya pemerintah untuk menggalakkan penggunaan kompor listrik. Sebab, menurutnya daya listrik 450 VA tidak mampu menanggung beban penggunaan kompor listrik.
Selain itu, saat ini pengguna listrik 450 VA yang terekam oleh data pemerintah dan DPR hanya sebanyak 9,55 juta pelanggan yang masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial. Sedangkan 14,75 juta pengguna listrik 450 VA lainnya tidak masuk ke dalam data terpadu tersebut.
"(Pelanggan listrik 450 VA) yang non DTKS ada dua kemungkinan, secara faktual miskin tetapi belum masuk pendataan penerima bantuan sosial dari Kemensos karena datanya belum masuk, tetapi bisa juga telah terjadi peningkatan ekonomi tetapi masih menggunakan voltase 450, untuk itu kita berharap Kemensos dan PLN melakukan pemutakhiran data pelanggan listrik 450 VA," urai Said.
Usulan tersebut kemudian memantik kegaduhan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, apa yang disampaikan oleh Ketua Banggar itu hanya sekadar usulan dan merupakan sesuatu yang sah. Namun, itu tidak berarti pemerintah akan langsung menghapus daya listrik 450 VA.
"Usulan pengalihan tersebut masih memerlukan kajian dan pembahasan yang lebih detail termasuk analisis cost and benefit sehingga harus dipastikan rencana tersebut tidak memberatkan pelanggan yang menjadi sasaran," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi melalui keterangan resmi, Rabu (14/9).
Keterangan Kementerian ESDM menyebutkan, dari 14,8 juta pelanggan 450 VA non DTKS, saat ini telah dilakukan survei untuk 12,2 juta, dan menghasilkan sekitar 50,1% yang berhak menerima subsidi, dan sekitar 49,9% atau 6,1 juta yang ditengarai tidak tepat sasaran. "Angka ini berpotensi bertambah sampai survei dilakukan seluruhnya," tandasnya. (OL-8)
PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatra Bagian Utara memperkuat tulang punggung sistem kelistrikan Pantai Barat Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Selatan.
PT PLN kembali menegaskan perannya dalam mendorong transisi energi nasional dengan meraih dua penghargaan sekaligus di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Lalu lalang kendaraan listrik di arena Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di Kemayoran mencerminkan arah baru mobilitas di Indonesia.
RENCANA Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menargetkan total penambahan pembangkit listrik selama 1 dekade ke depan sebesar 69,5 gigawatt (GW).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
Transformasi digital di tubuh PT PLN menemukan bentuk paling konkret melalui PLN Mobile.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved