Selasa 13 September 2022, 16:31 WIB

Rupiah Melemah Tertekan Ekspektasi Inflasi Tinggi akibat Harga BBM

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Rupiah Melemah Tertekan Ekspektasi Inflasi Tinggi akibat Harga BBM

Antara/Reno Esnir.
Petugas menghitung uang dolar AS dan rupiah di salah satu kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, KCU Melawai, Jakarta.

 

NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (13/9) sore ditutup melemah. Ini dipicu ekspektasi inflasi tinggi domestik usai penaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

Rupiah ditutup melemah 10 poin atau 0,06% ke posisi 14.852 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya 14.842 per dolar AS. "Tekanan internal masih mendominasi dengan ekspektasi inflasi yang akan meningkat ke depan dari penaikan harga pertalite dan capital outflow investor asing melepas obligasi pemerintah," kata analis DCFX Futures Lukman Leong saat dihubungi di Jakarta, Selasa (13/9).

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 akan mencapai 0,77% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm) dengan penyumbang utama kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Perkiraan tersebut berasal dari Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu kedua September 2022. 

Komoditas utama penyumbang inflasi September 2022 sampai dengan minggu kedua yaitu bensin sebesar 0,66% (mtm) dan telur ayam ras sebesar 0,03% (mtm). Ada pula harga beras dan tarif angkutan dalam kota yang masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,02% (mtm) serta tarif angkutan antarkota, rokok kretek filter, dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Sebelumnya, pemerintah menaikkan harga pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter jadi Rp6.800 per liter, pertamax nonsubsidi naik dari Rp12.500 jadi Rp14.500 per liter berlaku mulai 3 September 2022 pukul 14.30 WIB. Dari sisi eksternal, lanjut Lukman, dolar AS justru kembali melemah hari ini menjelang rilis data inflasi AS yang diperkirakan akan kembali turun. "Hal ini meredakan ekspektasi akan kenaikan suku bunga oleh The Fed," ujar Lukman. 

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi 14.853 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran 14.849 per dolar AS hingga 14.877 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi 14.861 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya 14.839 per dolar AS. (Ant/OL-14)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Anggota DPR Tegaskan Penggunaan Kompor Listrik Masih Tahap Sosialisasi

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 24 September 2022, 23:35 WIB
“Uji coba ini untuk mengetahui, seberapa efektif penggunaan kompor listrik ini dibandingkan elpiji. Lebih bisa menekan impor gas,...
Dok.hanabank.co.id

Pinjamlah Di TempatĀ  Yang Benar

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 24 September 2022, 22:16 WIB
OJK telah menghentikan kegiatan 5.468 pinjol dan investasi ilegal. Tapi itupun masih banyak juga masyarakat yang terkena pinjol...
DOK/DHL

DHL Sesuaikan Tarif Layanan Ekspres naik 7,9%

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 24 September 2022, 21:40 WIB
Dengan penyesuaian harga tahunan memungkinkan perusahaan untuk dapat berinvestasi pada infrastruktur dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya