Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Pandemi akibat virus covid-19 menimbulkan dampak tidak ringan bagi dunia usaha.
Banyak pegawai-pegawai yang terkena dampak PHK akibat masa pandemi. Dan banyak juga pembisnis dan pedagang kaki lima yang mengalami kerugian atau penurunan pendapat saat pandemi Covid-19
Namun berbeda dengan yang lain, VAIA mempunyai kisah menarik di balik Pandemi covid-19. Sebagai informasi, VAIA adalah salah satu pelopor pertama sepatu payet di Indonesia, pionner sepatu handmade beading.
Mulai dari produksi hingga payet semuanya handmade dan di kerjakan oleh warga lokal. Sampai pada akhrinya kepercayaan masyarakat kepada VAIA yang semakin baik kepada produk VAIA membuat dua Founder ini akhirnya menciptakan inovasi baru dengan melahirkan VAIA Kids.
Perusahaan ini sama sekali tidak melakukan PHK terhadap pegawainya. VAIA lebih memilih melakukan kegiatan amal yang telah di berlangsungkannya.
Founder VAIA Affania Fariza Balqis dan Edgar Maulana selalu mencari terobosan dan solusi guna mengatasi bisnis di masa pandemi.
Kedua Founder ini memafaatkan teknologi dengan menciptakan terobosan baru yang dimana konsumen bisa melihat dan membeli produk-produk yang telah di keluarkan tanpa harus keluar rumah.
Sehingga pada akhirnya, tidak ada pemecatan atau PHK terhadap pegawainya. Pegawai tetap bekerja dengan tenang dan nyaman serta fokus menciptakan produk-produk yang berkualitas dan diterima masyarakat.
VAIA juga selalu berperan di tengah masyarakat yang memiliki kesulitan di masa Pandemi. Oleh karena itu VAIA terus eksis di tengah masyarakat karena VAIA menginginkan semua yang terdampak akibat pandemi itu berangsur-angsur mulai kembali bangkit. (RO/E-1)
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved