Senin 05 September 2022, 20:11 WIB

Dana Rp 724 miliar Disediakan untuk Investor Muda Miliki Bisnis Co-living

mediaindonesia.com | Ekonomi
Dana Rp 724 miliar Disediakan untuk Investor Muda Miliki Bisnis Co-living

Ist
Survei Indonesia Property Watch (IPW) tahun 2020 menunjukkan sebanyak 47,4% milenial lebih memilih tinggal di co-living.

 

RUKITA, sebuah perusahaan pengelola hunian jangka panjang bekerja sama dengan Bank OCBC NISP untuk menyediakan kemudahan berbisnis co-living bagi generasi muda melalui program #TinggalHitungUntung.

Kampanye ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya para investor muda untuk memulai berinvestasi di bisnis co-living dengan mudah, aman dan bebas ribet dengan program #TinggalHitungUntung.

Heriwan Gazali, Head of Retail Loan Business Bank OCBC NISP mengatakan, “Dengan adanya program #TinggalHitungUntung dari OCBC NISP dan Rukita, para investor muda dapat merasakan skema pembiayaan yang fleksibel dan dapat mereka kendalikan.

"Karena saldo giro nasabah akan diperhitungkan sehingga jangka waktu kredit dapat menjadi lebih pendek dari yang direncanakan di awal. Untuk itu, semakin banyak saldo giro, maka secara otomatis mengurangi beban cicilan serta bunga pinjaman mereka," kata Heriwan dalam keterangan pers, Senin (5/9).

Dalam kerja sama ini, Rukita akan membantu mengubah properti tersebut menjadi unit rental.

Baca juga: Pasar Hunian Naik, MAS Group Luncurkan Bali Resort Tangerang

Dimulai dari renovasi properti hingga mengoperasikannya sebagai bisnis co-living menjanjikan. para nasabah dalam program ini akan langsung mendapatkan layanan dari Rukita dalam hal desain interior bangunan, pemasaran properti, pemeliharaan properti, dan manajemen operasional bisnis co-living

Tren bisnis co-living di Indonesia saat ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan sejalan dengan permintaan pasar dari milenial yang juga meningkat bahkan di masa pandemi.

Survei Indonesia Property Watch (IPW) tahun 2020 menunjukkan sebanyak 47,4% milenial lebih memilih tinggal di co-living, 47,1% memilih tinggal di apartemen, dan sisanya memilih tinggal di kediaman keluarga atau saudara.

Hal ini menunjukkan bahwa prospek bisnis co-living maupun long-stay rental sangat besar dan memiliki kecenderungan untuk terus meningkat.

Business Incubation Lead Bank OCBC NISP, Altona Widjaja mengatakan “Bank OCBC NISP saat ini terus mengembangkan inovasi perbankan dengan bekerja sama dengan para start up untuk dapat mendorong masyarakat, terutama para Milenial untuk memulai investasi properti dan memperoleh passive income yang optimal."

Dari kerja sama dengan Rukita ini, kami menyediakan dana untuk penyaluran kredit sebesar Rp 724 miliar yang akan diimplementasikan dalam beberapa tahun ke depan.

"Hal ini tentu saja merupakan salah satu langkah strategis bank untuk mendukung generasi muda untuk memulai wujudkan bisnis mereka di bidang properti, sebagai investasi passive income,” kata Altona.

Proses pengajuan program tersebut sangat memudahkan pengguna ataupun nasabah.

Pertama, pengguna cukup mendaftar dengan mengisi formulir di website resmi Rukita pada ocbcnisp.rukita.co.

Kemudian, tim Rukita & Bank OCBC NISP akan melakukan penilaian untuk memutuskan apakah pengguna memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman. Jika dinyatakan lulus verifikasi, maka pengguna akan langsung menandatangani kontrak pinjaman dengan Bank OCBC NISP dan kontrak manajemen dengan Rukita.

Setelah itu, pengguna dapat menyelesaikan  proses administrasi jual beli sampai dengan dilakukan akad kredit, dan selanjutnya Rukita akan menyiapkan gedung untuk disewakan, mengelola operasionalnya, dan pengguna dapat mengalihkan pendapatannya untuk membayar cicilan.

Sabrina Soewatdy, CEO dan Co-founder Rukita menjelaskan bahwa Rukita sebagai market leader di industri teknologi properti di Indonesia berhasil menunjukkan pertumbuhan bisnis dan ekspansi yang sangat pesat hanya dalam kurun waktu tiga tahun berdiri.

Saat ini, Rukita berhasil melayani lebih dari 300 properti di 165 lokasi di Indonesia. "Selain itu, tercatat lebih dari 1 juta kamar di seluruh Indonesia yang sudah bekerja sama di ekosistem Rukita dengan jutaan pengguna platform setiap bulannya," kata Sabrina. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

KKP Resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 28 September 2022, 23:27 WIB
Peresmian infrastruktur teknologi ini mendukung program Ekonomi Biru. Serta, menjaga kesehatan laut dan mendorong pertumbuhan ekonomi...
Antara

Pengamat: BLT BBM tidak Bisa Selamatkan Rakyat dari Jurang Kemiskinan

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 September 2022, 23:17 WIB
Pengamat dari Core menilai BLT BBM hanya bersifat sementara untuk bermasyarakat. Serta, tidak berdampak signifikan pada ekonomi...
MI/Andri Widiyanto

BSI: Pengembangan Sektor Syariah di Indonesia tidak Mudah

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 September 2022, 22:59 WIB
Meski penduduk Muslim di Indonesia lebih dari 220 juta orang, namun literasi atau pemahaman terkait perbankan syariah tergolong rendah,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya