Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN harga telur ayam ras yang tengah terjadi di Indonesia dipicu oleh banyak hal. Salah satunya, populasi ayam petelur yang mengalami penurunan sebesar 30%.
"Penurunan populasi (ayam petelur) ini karena pandemi covid-19. Waktu itu kan permintaan turun, harga telur juga sangat murah. Jadi, ayam petelur ini banyak yang dipotong dan membuat populasinya turun," jelas Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra saat dihubungi, Kamis (25/8).
Syailendra menyebut saat ini permintaan terhadap telur ayam ras meningkat signifikan atau mencapai 60%. Faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga telur ialah lonjakan harga pakan ternak. Bahkan, kenaikan harga pakan dikatakan mencapai 80%.
Baca juga: Wapres Yakin Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok Bersifat Sementara
"Saat ini, suplai telur ke masyarakat jadi berkurang, karena berbagai faktor tadi, sehingga harga telur naik," imbuhnya.
Meski saat ini kenaikan harga terhadap telur ayam ras masih terjadi, pihaknya optimis bahwa penurunan harga akan segera terjadi dalam waktu dekat. Optimisme ini datang dari beberapa langkah yang sudah dilakukan Kemendag untuk menurunkan harga telur ayam ras.
Baca juga: Zulhas: Telur Mahal Paling 2 Minggu Sudah Normal Lagi
"Kita sudah adakan pertemuan dengan para peternak ayam. Mereka mengatakan bahwa populasi ayam petelur sudah mulai meningkat. Jadi, tinggal ditunggu saja ayam petelur ini untuk mulai bertelur lagi," ungkap Syailendra.
Berdasarkan data Kemendag, lanjut dia, harga telur ayam ras sudah mulai turun sekitar 1-2%. Penurunan ini dikatakannya kurang dirasakan masyarakat, karena tidak terlalu signifikan.
Dari data harga telur di sejumlah wilayah, harga rata-rata telur ayam ras di Jawa Barat mencapai Rp30.500 per kg. Lalu, di wilayah Banten Rp31.000 per kg dan paling tinggi di wilayah Papua hingga Rp39.000 per kg.(OL-11)

HARGA ayam dan komoditas cabai merah keriting di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjelang Ramadan 2026 terpantau mengalami kenaikan.
Pemerintah Kabupaten Bangka akan berupaya membantu menstabilkan kembali harga daging ayam, agar masyarakat terbantu.
MEMASUKI kuartal akhir tahun, Indonesia menghadapi dinamika harga pangan yang menuntut kewaspadaan.
Harga iPhone 16 di Indonesia tiba-tiba naik hingga Rp 1 juta setelah peluncuran iPhone 17. Simak penjelasan lengkap penyebab kenaikannya.
Awalnya, penyesuaian direncanakan mulai berlaku pada 1 Mei 2025. Nsmun pelaksanaan serentak akhirnya diputuskan pada Senin, 16 Juni 2025.
KPPU mengungkapkan berdasarkan hasil survei pemantauan di pasar tradisional, ditemukan bahwa mayoritas komoditas pangan mengalami lonjakan harga menjelang Lebaran 2025.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Pantauan di Pasar Gedhe Klaten, Senin (9/3), harga beras lokal medium IR-64 stabil Rp14.000 per kilogram, dan beras Bulog SPHP tetap Rp12.500 per kilogram.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved