Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meminta agar produk usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan koperasi dapat masuk ke katalog elektronik (E-katalog) lokal maupun nasional.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa menyebut Kepala Negara ingin belanja daerah untuk produk dalam negeri meningkat.
"Kita ingin meningkatkan kualitas belanja, supaya tidak ada duplikasi belanja yang itu-itu saja dari setiap APBN ke APBN dan APBD ke APBD. Lalu, ada pemihakan produk dalam negeri," ujar Suharso seusai menghadiri rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Kamis (24/8).
Baca juga: Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Optimalisasi APBD agar Inflasi Terkendali
Menurutnya, produk dalam negeri yang masuk e-katalog sudah meningkat. Sebelumnya, hanya ada 50 ribu produk lokal di dalam e-katalog. Saat ini, jumlahnya mencapai 600 ribu produk, dengan target tahun ini mencapai 1 juta produk dan tahun depan 2 juta produk.
Diharapkan, e-katalog yang dibuat Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) berfungsi sebagai lokapasar (market place), yang memuat produk asli Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi.
"Arahan Presiden, jangan sampai dalam rangka pengadaan ini, pelaku usaha UMKM dan koperasi tertinggal. Yang menang kemudian perusahaan besar. Akan dibuat diferensiasi, agar terjadi distribusi dengan baik," imbuh Suharso.
Selain itu, lanjut dia, Kepala Negara juga menginginkan pembelian produk dalam negeri di tingkat lokal. Serta, mendorong adanya e-katalog lokal. Dengan demikian, pengusaha UMKM dan mikro dapat memasarkan produk mereka. Pun, belanja pemerintah daerah terhadap produk dalam negeri juga meningkat.
"Kita harapkan produk Indonesia menjadi tuan di dalam negeri. Kualitas belanja APBD semakin meningkat, menggerakkan industri dalam negeri, utamanya UMKM dan koperasi," pungkasnya.
Baca juga: Presiden Kembali Soroti Lambatnya Kinerja Pemda Serap APBD
Kepala LKPP Abdullah Azwar Anas menambahkan bahwa pihaknya akan memotong mata rantai panjang dari proses tayang produk menjadi lebih sederhana. Dia mengungkapkan ada 708.085 produk di toko daring dan 303 ribu pedagang, serta pengusaha mikro sebanyak 10.861.
"Intinya Presiden memerintahkan tidak boleh lagi masuk e-katalog berbelit-belit. Tidak boleh lagi sulit untuk diakses. Supaya, tidak hanya pengusaha besar saja. Beliau memerintahkan e katalog lokal harus hidup," kata Azwar.
Persyaratan produk lokal masuk dalam e-katalog juga diusahakan lebih mudah. Sehingga, kabupaten/kota bisa memasarkan produk mereka di katalog lokal. LKPP bersama Kementerian Keuangan, serta Kemenko Kemaritiman dan Investasi telah mengintegrasikan solusi agar pemerintah daerah bisa memberi produk lokal di e-katalog.(OL-11)
DIKENAL dengan karya seni mural yang telah mendunia, seniman yang dikenal dengan sisi misteriusnya yang enggan mengungkap identitas aslinya, Darbotz, kini hadir dengan karya baru.
Lebih dari 3500 pelaku UMKM telah menerima pelatihan dasar, sementara 170 UMKM terpilih menjalani pendampingan mendalam.
Ia menilai antusiasme pelaku UMKM maupun masyarakat menunjukkan bahwa produk kreatif Tangsel semakin diterima dan dibanggakan selama empat hari pelaksanaan festival.
Mengusung tema Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries, TEI tahun ini menyoroti potensi produk lokal yang semakin diminati pasar global.
DJKI laporkan 564 merek kolektif koperasi terdaftar, memperkuat perlindungan produk lokal dan mendukung kemandirian ekonomi bangsa sesuai program Presiden Prabowo.
Festival ini mengusung tema “Literasi & Pameran Kearsipan 5 Abad Jakarta: Lo Jual Gue Beli” dan akan berlangsung pada 14-22 Oktober 2025.
Dukungan konkret dari pemerintah yang begitu besar pada koperasi saat ini dapat memberikan manfaat lebih luas.
JUMLAH koperasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini mencapai 1.000 lebih, namun yang aktif baru sekitar 800 koperasi.
Kemenkop melalui LPDB telah memutuskan untuk menetapkan kebijakan restrukturisasi pembiayaan terhadap koperasi-koperasi yang terdampak bencana.
Pengembangan tebu berskala luas ini diharapkan dapat memperbaiki struktur pasokan bahan baku gula domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Pengelolaan SPBU nelayan berbasis koperasi desa ini merupakan langkah revolusioner dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Kemenag dan Kemenkop UKM menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis untuk membangkitkan dan memperkuat ekonomi umat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved