Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mendesak para Gubernur, Bupati dan Wali kota untuk bisa bekerja sama secara baik dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah. Kolaborasi harus diwujudkan agar tingkat inflasi di Tanah Air bisa terus dijaga dan daya beli masyarakat tidak terganggu.
"Saya ingin Gubernur, Bupati, Wali kota betul-betul mau bekerja sama dengan tim pengendali inflasi di pusat dan daerah. Tanyakan, di daerah kita apa yang harganya naik yang menyebabkan inflasi, bisa saja beras, bisa saja bawang merah, bisa saja cabai. Dicek itu semua," ujar Jokowi saat membuka Rakornas Pengendalian Inflasi 2022 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/8).
Baca juga: Presiden: Gunakan Dana Tidak Terduga untuk Tangani Inflasi
Melalui kerja sama yang apik, tiap-tiap daerah akan mengetahui apa yang menjadi kekurangan daerah itu masing-masing. Kekurangan tersebut nantinya bisa diatasi dengan mendatangkan komoditas-komoditas yang dibutuhkan dari daerah-daerah sentra atau yang mengalami surplus bahan pangan.
"Nanti tim pengendali inflasi pusat bisa mengecek daerah mana yang memiliki pasokan cabai yang melimpah atau pasokan beras yang melimpah, disambungkan ke daerah yang butuh. Ini harus disambungkan karena negara ini besar sekali, ada 514 kabupaten/kota, 37 provinsi. Ini negara besar," ucap mantan wali kota Solo itu.(P-5)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved