Jumat 29 Juli 2022, 16:20 WIB

Food Estate Solusi Tepat Hadapi Susut Lahan Pertanian Indonesia

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Food Estate Solusi Tepat Hadapi Susut Lahan Pertanian Indonesia

Antara/Anis Efizudin.
Petani memanen bawang merah saat panen raya di kawasan food estate lereng Gunung Sindoro Desa Bansari, Temanggung, Jawa Tengah.

 

EKSTENSIFIKASI lahan pertanian di luar Pulau Jawa dinilai bakal mampu mengimbangi laju penyusutan lahan pertanian yang terjadi di Indonesia sebesar 150 ribu hektare per tahun. 

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan  Andalan (KTNA) Yadi Sofyan Noor mengatakan langkah Kementerian Pertanian dalam membuka lahan pertanian baru di luar Pulau Jawa, salah satunya melalui program Food Estate, sudah tepat. "Jadi, kalau kita bicara ekstensifikasi, saya dukung. Tidak ada jalan lain kita menutupi penyusutan atau konversi lahan selain mencetak (lahan baru). Kalau tidak dilakukan mulai hari ini, nanti biayanya bisa lebih besar," kata Yadi. 

Sebagai informasi, penyusutan lahan pertanian di Indonesia mencapai 150 ribu hektare per tahun. Konversi lahan pertanian disebabkan kebutuhan infrastruktur, tempat tinggal, juga industri. Ini berpotensi menimbulkan gangguan ketahanan pangan nasional.

Kondisi semakin berkurangnya lahan pertanian di dalam negeri diperkuat dengan pernyataan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University, Ernan Rustiadi. "Dibandingkan dengan negara lain, betapa kecilnya ketersediaan lahan pangan yang bisa ditanami per kapita di Indonesia," kata Ernan ketika dihubungi secara terpisah. 

Yadi mengakui pencetakan lahan pertanian baru memang belum akan langsung menghasilkan komoditas pangan dalam jumlah besar. Untuk bisa berproduksi baik, lahan baru itu membutuhkan waktu. Apalagi, kondisi lahan di luar Pulau Jawa tidak sesubur lahan di Jawa. "Jadi untuk program Food Estate, kita jangan melihat kayak bikin motor. Hari ini bikin, besok sudah jalan," kata Yadi.

Ia meyakini nanti lahan-lahan pertanian baru yang dicetak melalui program Food Estate akan memiliki kemampuan produksi yang sama dengan di Pulau Jawa. "Lahan-lahan yang ada di Jawa ini kan dibikin dari zaman dulu. Bukan cetak tahun lalu. Nah yang di Kalimantan itu pun akan sama. Suatu saat akan sampai level itu (sama dengan di Jawa)," katanya. 

Food Estate merupakan salah satu Program Strategis Nasional 2020-2024 guna membangun lumbung pangan nasional. Adapun Kementerian Pertanian (Kementan) menjadi salah satu instansi yang diberi tanggung jawab oleh presiden terkait produksi pertanian di Food Estate. (RO/OL-14)

Baca Juga

Antara

OJK dan Menko Polhukam Perkuat Kerja Sama Penegakan Hukum di Sektor Jasa Keuangan

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:45 WIB
Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD untuk...
Dok.YPTI

Kominfo Dorong UMKM Disabilitas Terlibat di Ekonomi Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:35 WIB
Ketua Yayasan Perempuan Tangguh Indnesia Myra Winarko mengapresiasi langkah Kominfo yang memberi kesempatan sebesar-besarnya kepada pelaku...
Dok.ist

Minat Properti Tinggi, Akad Kredit Massal BNI dengan La Palma 3 Kali dalam 2 Bulan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 07:00 WIB
La Palma Grande menjadi unit proyek terpilih. Karenanya, BNI memberi berbagai kemudahan untuk konsumen La Palma Grande melalui progran...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya