Selasa 19 Juli 2022, 10:29 WIB

BI: Penyaluran Kredit Baru pada Triwulan II 2022 Tumbuh Positif

Despian Nurhidayat | Ekonomi
BI: Penyaluran Kredit Baru pada Triwulan II 2022 Tumbuh Positif

Antara
Pekerja menjemur ikan teri di sentra UMKM olahan ikan di Desa Dadap, Jawa Barat.

 

SURVEI perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penyaluran kredit baru secara triwulanan (qtq) pada triwulan II 2022 tumbuh positif. Hal ini terindikasi dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru sebesar 96,9%, lebih tinggi dibandingkan SBT 64,8% pada triwulan sebelumnya.

"Pertumbuhan kredit baru terindikasi terjadi pada seluruh jenis penggunaan. Tecermin dari nilai SBT yang positif. Pada triwulan III 2022, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap terjaga. Terindikasi dari SBT prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 95,7%," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Selasa (19/7).

Baca juga: Fundamental Perekonomian Indonesia Bagus di Tengah Potensi Resesi

Standar penyaluran kredit pada triwulan III 2022 diproyeksi sedikit lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya. Hal itu terindikasi dari Indeks Lending Standard (ILS) positif sebesar 1,9%, berbeda dengan -0,3% pada triwulan sebelumnya.

Aspek kebijakan penyaluran kredit yang diperkirakan lebih ketat, yakni yaitu plafon kredit, jangka waktu kredit, premi kredit berisiko dan agunan. "Hasil survei menunjukkan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit ke depan. Dengan perkiraan kredit pada 2022 tumbuh sebesar 9,2% (yoy) atau meningkat dibandingkan pertumbuhan 2021," imbuhnya.

Terpisah, Direktur Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah menyatakan bahwa kenaikan permintaan kredit menandakan semakin pulihnya ekonomi Indonesia. Menurutnya, banyak sektor yang awalnya masih terpuruk, kini sudah mulai bangkit.

Baca juga: Rachmat Gobel: Saat Ini Momentum UMKM untuk Bangkit

"Seiring naiknya demand di tengah normalnya mobilitas masyarakat, banyak sektor yang justru mendapatkan windfall, karena kenaikan harga komoditas. Mereka membutuhkan pembiayaan kredit. Terutama untuk modal kerja dan investasi," jelas Piter.

Di sisi lain, konsumsi masyarakat yang mulai normal, juga membutuhkan pembiayaan kredit. Termasuk, kredit konsumsi juga akan ikut naik. Namun, Piter menilai permintaan kredit akan bergantung kondisi perekonomian. Sehingga, permintaan kredit masih akan mengalami fluktuasi.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Puan Sebut DPR Tunggu Usulan Penaikan Harga BBM dari Pemerintah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:59 WIB
DPR akan menunggu usulan pemerintah mengenai kebijakan subsidi, baik di tahun ini maupun di tahun...
Ist

Laba Bersih Habco Trans Maritima Meroket pada Tahun Berjalan 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:47 WIB
Indonesia sebagai pemasok energi terbesar batu bara dunia saat ini pun juga kebanjiran pesanan dari kebutuhan domestik maupun juga...
DOK Pribadi.

Ramaikan Ipex 2022, Green Pramuka City Tawarkan Program Menarik

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:30 WIB
Apartemen Green Pramuka City hadir di arena Indonesia Property Expo (IPEX) 2022 di Hall A Nomor 35, Jakarta Convention Center atau...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya