Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN iklim menjadi ancaman nyata yang turut berimbas pada sektor pertanian. Sejumlah negara mengalami krisis akibat keterlambatan produksi pangan lantaran perubahan cuaca secara drastis dan tak menentu.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fadjry Djufry menyampaikan kondisi itu menuntut tiap negara termasuk Indonesia untuk berinovasi mengembangkan varietas unggulan.
"Indonesia sudah menyiapkan beberapa varietas padi yang toleran menghadapi perubahan iklim," ujarnya ditemui di Bali, Rabu (6/7).
Indonesia, lanjut Fadjry, telah memiliki varietas padi yang mampu tahan pada kekeringan di lahan kering, yakni inpago. Varietas ini disebut menjadi yang paling toleran terhadap kondisi kekeringan dan telah dikembangkan di Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, serta sejumlah wilayah lain.
Selain itu, Indonesia juga telah memiliki varietas padi yang tahan pada hujan dan banjir, yakni inpari. Varietas ini disebut tahan terhadap genangan, dan tetap tumbuh meski digenangi air selama 3 minggu.
"Ini sudah kita kembangkan di Kalimantan Tengah, hasilnya menggembirakan dapat 4-5 ton per hektare," tutur Fadjry.
Kemudian, lanjutnya, Indonesia juga memilliki varietas padi yang toleran menghadapi intrusi air laut, di mana air laut masuk ke bawah tanah melalui akuifer di daratan maupun daerah pantai.
"Kita sudah menyiapkan varietas untuk di pantura namanya inpari salin, jadi padi yang toleran terhadap kegaraman," tambah Fadjry.
Baca juga: Pemanfaatan Hutan Berkelanjutan Jadi Solusi Perubahan Iklim
Tak hanya itu, Balitbangtan turut mengembangkan varietas untuk kebutuhan khusus seperti stunting, yakni padi inpari nutri zinc. Inpari nutri zinc memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan beberapa varietas lain khususnya dalam hal kandungan zinc (Zn).
Dalam waktu dekat, ucap Fadjry, Balitbangtan juga akan mengembangkan varietas unggulan baru yang rendah emisi. Ini dilakukan guna mendukung penguatan pangan tahan iklim.
"Ini terkait dengan gas rumah kaca (GRK), sektor pertanian menyumbang cukup tinggi pada GRK. Oleh karena itu adaptasi menghadapi perubahan iklim itu menjadi penting," tukasnya.
"Kita di Litbang diminta menyiapkan varietas padi yang rendah emisi yang memang secara genetik emisi metan-nya rendah. Ini kita perlu tahu, Indonesia sudah cukup memadai menyiapkan," ucapnya.
Dia melanjutkan, ragam inovasi tersebut turut mendorong ketahanan pangan nasional. Hal ini tercermin dari kemampuan produksi beras nasional yang mencukupi dalam tiga tahun terakhir dan tidak melakukan impor di periode itu.(OL-5)
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
PVTPP Kementan mendeklarasikan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), yang dirangkaikan dengan peluncuran aplikasi Siperintis.
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved