Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUSEN tetes mata dan lensa tanam katarak (intra ocular lens) PT Rohto Laboratories berinvestasi sebesar US$10 juta atau sekitar Rp140 Miliar, untuk menambah kapasitas produksi, melalui perluasan pabrik dan alih teknologi terbaru.
Presiden Direktur PT Rohto Laboratories Indonesia Mukdaya Massidy mengatakan, investasi itu adalah yang ke-5 kali, setelah Rohto Group melakukan pembangunan pabrik pertama pada 2001
“Perluasan pabrik ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi produk tetes mata ROHTO, sehingga menjadi lebih dari 30 juta botol per tahun dan menjadikan kami sebagai produsen terbesar untuk kapasitas produksi tetes mata di Indonesia”, kata Mukdaya Massidy, dalam peletakan batu pertama (groundbreaking) perluasa fasilitas produksi Rohto, Rabu (6/7).
Selain perluasan fasilitas produksi, Rohto juga mengadopsi teknologi terbaru, yaitu RABS (Restricted Access Barrier System), sehingga intervensi menggunakan glove access, pada proses automatic Cleaning and Sterilization in Place yang dikenal sebagai automatic CSIP.
"Sistem otomatis yang akan bekerja dari setelah mixing sampai dengan packing produk jadi. Ini semua menunjukkan komitmen Rohto Group dalam berinvestasi, alih teknologi, alih 'know how' di Indonesia serta ketersediaan produk produk yang berkualitas di Indonesia, karena kesehatan mata sangatlah penting" ujar Mukdaya Massidy.
Baca juga : Program Makmur Erick Thohir Tingkatkan Pendapatan Petani Tebu
Sebagai produsen satu-satunya lensa tanam Katarak (Intra Ocular Lens) dan Glaucoma Implant, Rohto juga memperluas juga kapasitas produksinya dengan menambah kapasitas sterile dan inspection agar dapat melayani masyarakat di Indonesia.
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman, Lensa tanam Katarak (Intra Ocular Lens) dari Rohto telah mendapat sertifikasi ISO 13485/ CE Mark dan sertifikasi produk Halal dari BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal).
"Produk lensa Intra Ocular Lens (IOL) kami satu-satunya yang merupakan produksi dalam negeri dan telah mendapatkan sertifikasi HALAL, sehingga akan memberikan nilai keamanan dan kenyaman bagi pasien yang menggunakan lensa tanam katarak Neo Eye Rohto," imbuh Mukdaya Massidy.
"Dengan perluasan pabrik ini akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat di Indonesia dalam mendapatkan produk produk yang berkualitas dengan mudah dan terjangkau sesuai dengan misi dari PT. Rohto Laboratories Indonesia, yaitu 'A Healthy Future for All'," pungkas Mukdaya Massidy. (RO/OL-7)
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasi atas peresmian pabrik VinFast yang dilaksanakan tepat waktu.
pabrik ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 300.000 unit kendaraan listrik per tahun,
PERMINTAAN global terhadap praktik produksi berkelanjutan terus meningkat. Karenanya, instalasi panel surya dipasang pada pabrik Aneka Rimba Indonusa di Gresik, Jawa Timur.
Pembangunan pabrik memasuki tahap lanjutan dengan kesiapan infrastruktur yang terus dikejar.
Perusahaan-perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat dan Jerman bakal bangun pabrik semikonduktor di Pulau Galang, Kepulauan Riau.
GRUP Adani, perusahaan multinasional raksasa asal India, mengumumkan investasi sebesar US$100 miliar untuk mengembangkan pusat data AI skala yang didukung energi terbarukan pada 2035
Lanskap pasar keuangan global pada 2026 diperkirakan memasuki fase baru yang lebih kompleks.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved