Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GREAT Place to Work adalah otoritas global dalam budaya tempat kerja, mengumumkan daftar perdana Certified™ dan 10 Best Workplaces™ terbaik pada acara Indonesia Best Workplaces Virtual Reveal.
Perusahaan dipilih menggunakan analitik yang ketat dan respons dari masing-masing karyawannya secara rahasia.
Dalam memilih apa yang menjadikan Best Workplace di Indonesia, Great Place to Work menggunakan cara yang sama dalam mengkurasi perusahaan yang masuk dalam Fortune 100 Best Companies to Work For di Amerika Serikat (AS) dan Fortune World's 25 Best Workplaces.
Metodologi Great Place to Work® didasarkan pada membangun budaya tempat kerja dengan kepercayaan tinggi yang dapat menjadikan great workplace For All™.
The Best Workplaces badge merupakan penghargaan yang diakui secara global dan diberikan kepada perusahaan-perusahaan Certified™ dengan budaya tempat kerja dengan kepercayaan tinggi dan kinerja tinggi.
Hal ini dievaluasi melalui data Great Place to Work® Trust Index™ score yang mengukur tiga hubungan utama yang mendorong pengalaman karyawan di tempat kerja mereka, seperti hubungan dengan manajemen, kolega, dan pekerjaan mereka.
Baca juga: Gender Shaming Masih Ditemui di Tempat Kerja
Trust Index™ score mewakili persentase karyawan yang menganggap perusahaan mereka sebagai great workplace dan merupakan indikator dari pengalaman kerja mereka yang sebenarnya.
"Filosofi dan metodologi Great Place to Work® didasarkan pada membangun budaya tempat kerja dengan kepercayaan tinggi yang dapat menjadi tempat kerja yang hebat untuk semua orang," ucap Evelyn Kwek, Managing Director dari Great Place to Work ASEAN & ANZ.
"Hal ini berarti bahwa perusahaan harus melampaui ekspektasi dan manfaat ketika berpikir untuk membangun brand perusahaan yang kuat. Semua tentang membangun hubungan yang berkualitas dan karyawan memiliki pengalaman kerja yang positif secara konsisten," jelas Evelyn Kwek.
Wawasan dari data Trust Index™ survey dan pengajuan Culture Audit™ menunjukkan bahwa perusahaan dalam daftar Best Workplaces™ menonjol sebagai akibat dari hal berikut: mereka memberi karyawan sumber daya dan dukungan yang dibutuhkan untuk tumbuh secara profesional dan berkembang di tempat kerja.
Mereka memungkinkan manajemen untuk terhubung secara teratur dengan karyawan, dan mereka membangun kepercayaan antara manajemen dan karyawan melalui kata-kata dan tindakan mereka.
Contohnya adalah ketika perusahaan-perusahaan ini menunjukkan semangat, antusiasme, dan tekad yang kuat untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.
Hal ini terlihat dari para pemimpin, manajer, dan karyawan yang menunjukkan sikap kolektif dengan tetap terhubung, saling mendukung, dan bekerja sama sebagai sebuah tim, yang memungkinkan mereka untuk muncul lebih kuat bersama di era new normal pasca-pandemi.
Pemenang penghargaan tahun ini adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Ericsson Indonesia, Diageo Indonesia (PT Langgeng Kreasi Jayaprima), SC Johnson Indonesia, DHL Global Forwarding Indonesia, Capella Ubud, PT Medtronic Indonesia, dan Livit International,
DHL Express (PT Birotika Semesta) di posisi kedua dan Cisco Indonesia di posisi pertama.
"Kami sangat senang bisa masuk dalam daftar Indonesia Best Workplace 2022. Ini mencerminkan keyakinan kami bahwa budaya kami telah menjadi fondasi yang kuat dalam segala hal yang kami lakukan," ucap Marina Kacaribu, Country Managing Director, Cisco Indonesia.
"Semangat, profesionalisme, dan bagaimana setiap karyawan kami dapat menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri di tempat kerja adalah kekuatan kami untuk terus memberikan yang terbaik kepada pelanggan, mitra, dan komunitas kami," ujar Marina.
"2022 Indonesia Best Workplaces™ diakui oleh Great Place to Work® ASEAN & ANZ adalah salah satu yang membuktikan bagaimana kami, di Medtronic Indonesia, memperlakukan semua orang di tim kami sebagai aset dan dengan rasa hormat terlepas dari level dan posisi mereka," ujar Khairul Abdi, Indonesia Interim Country Leader, PT Medtronic Indonesia.
"Penghargaan ini untuk kita semua! Terima kasih tim," tambah Khairul.
Berdasarkan Indonesia Best Workplaces™ Insights research, Great Place To Work® Indonesia juga akan mengadakan serangkaian masterclass dengan pembuat daftar di mana perusahaan akan berbagi pengalaman dan wawasan terbaik mereka sebagai peluang pembelajaran bagi perusahaan lain.
"Kami berharap perusahaan juga dapat lebih memperhatikan pentingnya lingkungan kerja di perusahaan mereka, karena nilai-nilai dan keyakinan ini akan mengarahkan karyawan dan menentukan pola pikir dan perilaku mereka," jelas Evelyn.
"Kami percaya orang lebih produktif, lebih energik dan memiliki ide yang lebih baik ketika mereka dikelilingi oleh lingkungan kerja yang baik," ucap Evelyn. (RO/OL-09)
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juli 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat dengan nominal di bawah Rp100 juta hanya mencapai 4,76% (yoy).
Hasil survei nasional ungkap tantangan dan rumuskan arah kebijakan baru.
Usaha keluarga merupakan fondasi ekonomi Asia, dengan 85% perusahaan di kawasan Asia Pasifik dimiliki oleh keluarga, bersama UKM yang mencakup 97% bisnis di kawasan.
Berdasarkan survei, mayoritas masyarakat puas dengan kinerja Polri dan berharap dapat menjadi simbol supremasi sipil.
Di sebagian besar perusahaan kini memiliki setidaknya tiga hingga empat generasi yang berinteraksi setiap hari.
Acara tahunan yang dihadiri khusus management ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penghargaan atas dedikasi dan kontribusi luar biasa mereka.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir menyoroti isu kelangkaan BBM di SPBU swasta dan kabar dirumahkannya sebagian karyawan.
Hingga awal 2025, lebih dari 57.000 tenaga kerja telah mengikuti program pelatihan IWIP dan WBN.
Deloitte Global Human Capital Trends Survey (2025) mengungkap lebih dari dua pertiga (66,6%) pekerja merasa sistem evaluasi kinerja mereka tidak adil dan kurang setara.
Bagi Hanasui, perjalanan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk nyata apresiasi kepada tim yang telah menjadi pilar kesuksesan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved