Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) pemilik jaringan distribusi bahan bangunan, kimia dan FMCG serta Ritel Modern Mitra10 serta home furnishing Atria optimistis target kepemilikan 50 superstore Mitra10 akan tercapai di 2023.
Perseroan juga menetapkan target jangka Panjang kedua yakni memiliki 100 superstore Mitra10 pada 2030 mendatang.
Saat ini, CSAP memiliki 44 toko “Mitra10” Ritel Modern Bahan Bangunan & Home Improvement, serta 18 showroom “Atria” Ritel Modern Home Furnishing di kota-kota besar di Indonesia seperti Jabotabek, Cikarang, Karawang, Cirebon, Yogyakarta, Solo, Sidoarjo, Semarang, Tegal Surabaya, Malang, Denpasar, Lampung, Palembang, Batam, Medan, Pekanbaru, Makassar, Balikpapan dan Banjarmasin.
Perseroan pada segmen distribusi memiliki 43 Cabang Distribusi Bahan Bangunan di 41 kota besar, 4 cabang distribusi Kimia, 38 area distribusi consumer goods (FMCG).
Sekretaris Perusahaan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk Idrus H. Widjajakusuma meyakini potensi ritel moderen bahan bangunan di Indonesia masih sangat terbuka, terutama ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang sangat mendukung, total jumlah penduduk yang cukup besar,
pertumbuhan kebutuhan akan renovasi rumah dan sektor properti. Baik itu property primer maupun sekunder.
Ditambahkan, Perseroan dengan dukungan segenap pemegang saham konsisten untuk fokus melakukan ekspansi agresif di sektor ritel modern.
CSAP tahun ini berencana membuka 4 superstore baru Mitra10 dan melakukan 1 remodelling Mitra10 atau pindah ke lokasi baru yang lebih luas.
Untuk mendukung strategi ekspansi tersebut, Perseroan telah menganggarkan dana belanja modal (capex) sebesar Rp600 miliar. Adapun dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan segmen ritel modern sebesar 80% dan segmen distribusi sebesar 20%.
Keputusan manajemen untuk melakukan ekspansi agresif pada segmen ritel dan mendorong pertumbuhan pada segmen distribusi berdampak positif terhadap kinerja Perseroan. Dalam paparan publik yang dilakukan Rabu (21/6), manajemen menyampaikan bahwa hingga 1Q2022, Pendapatan secara konsolidasi tumbuh 12% dari Rp3,51 triliun pada triwulan I 2021 menjadi Rp3,93 triliun di tiga bulan pertama 2022.
Idrus H. Widjajakusuma menjelaskan, strategi ekspansi secara agresif dan peningkatan house brand dan lokal mampu menopang pertumbuhan segmen ritel pada 1Q2022 sebesar 16%. Segmen ini merupakan motor pertumbuhan bagi Perseroan karena mampu tumbuh konsisten
dua digit dan memiliki margin yang lebih besar ketimbang segmen distribusi.
Solidnya kinerja pendapatan membuat bottom line Perseroan turut membukukan pencapaian positif. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham pengendali tumbuh 25% menjadi Rp79 miliar dibandingkan posisi yang sama tahun 2021 yakni Rp63 miliar. Peningkatan tersebut setara pertumbuhan net margin dari 1,81% menjadi 2,02% pada tahun 2022.
Dalam paparan publik, Perseroan juga mengumumkan keputusan pembagian dividen sebesar Rp40,12 miliar, atau sebesar 18,21% dari Laba Bersih Perseroan tahun buku 2021. Pemegang saham yang namanya terdaftar dalam DPS tertanggal 4 Juli 2022 akan memperoleh dividen tunai sebesar Rp9 per saham yang akan dibagikan pada tanggal 22 Juli 2022. (RO/E-1)
Energi panas bumi yang dikelola PGE dipandang mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung peningkatan bauran EBT nasional.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
EMITEN manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis akan dapat meraih target penjualan sebesar Rp6 triliun pada 2025.
USAI lepas status suspend, saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menembus batas auto rejection atas (ARA) selama enam hari berturut-turut. Investor
Rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah metode perhitungan free float saham di Indonesia perlu dikaji secara cermat.
Kondisi perekonomian dan persaingan industri yang kurang kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja.
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mencatatkan kinerja positif. Hingga November 2025, nilai penjualan produk yang dihasilkan mencapai Rp3,56 triliun lebih.
Kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Transformasi dan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan Danantara selaku pemegang saham seri B.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan akan terus berusaha agar umat semakin dekat dengan ajaran agamanya.
Keberhasilan menyelamatkan aset negara sebesar Rp1,6 triliun menjadi catatan penting dalam pengawasan di sektor perekonomian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved