Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar IPB University Hermanto Siregar berpandangan, adanya tren kenaikan inflasi global menyebabkan meningkatkan harga-harga pangan di hampir seluruh negara termasuk di Indonesia.
Seperti diketahui, sejak Februari hingga saat ini konflik antara Rusia-Ukraina masih berlanjut. Suplai komoditas seperti gandum ikut tersendat akibat perang tersebut. Indonesia pun masih bergantung pada impor produk pangan, mulai dari gandum, gula hingga kedelai.
"Tentu sangat sulit untuk melawan tren global. Kita pun masih bergantung pada impor komoditas gandum dan gula," ucap Hermanto kepada Media Indonesia, Kamis (16/6).
Selain itu, ia menjelaskan, ada masalah risiko perubahan iklim yang mengganggu produksi beberapa tanaman pangan. Sehingga, hal ini mempersulit upaya menstabilkan harga pangan di dalam negeri.
Terakhir, yang disoroti Hermanto, masih persoalan koordinasi kebijakan antar lembaga soal penanganan pangan.
"Kebijakan ini relatif sulit mensinergikan kebijakan lintas kementerian dan lembaga," tudingnya.
Untuk masalah belum turunnya harga minyak goreng curah dianggap Hermanto, cukup mengganggu masyarakat kecil yang hampir setiap hari menggunakan minyak goreng dalam menyiapkan makanannya.
Baca juga : Sri Mulyani Apresiasi Peran Akademisi dalam Presidensi G20
Yang lebih terasa dampaknya juga ialah para pedagang gorengan maupun warung-warung makan sederhana.
"Ini memang terdampak karena tiap hari digunakan dan cukup mengganggu juga terhadap daya beli mereka," kata dia.
Terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat mengunjungi Pasar Cibubur di Jakarta Timur menjelaskan, harga cabai rawit merah masih naik 30% dari Rp80 ribu per kilogram (kg), melonjak menjadi Rp110 ribu per kg.
Lalu, bawang merah naik 20%. Harga telur ayam juga ikut melonjak dari Rp26 ribu per kg menjadi Rp29 ribu. Harga kedelai masih tinggi, dari Rp7-8 ribu per kg, menjadi Rp12 ribu per kg.
Selain masalah cuaca esktrem, Ia mengaitkan ini dengan persoalan ketergantungan Indonesia pada impor pangan di tengah disrupsi global, sehingga membuat harga-harga pangan melonjak tinggi.
"Kita akan selesaikan bareng-bareng. Tentu tidak mudah, apalagi menyangkut pangan impor. Kenapa ayam naik, itu pakannya karena jagungnya juga impor. Jadi, kita masih tergantung impor," kata Mendag. (OL-7)
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
Anggota DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah, menggelar rangkaian kegiatan tebus murah bertajuk PANsar Ramadhan di Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dinamika global maupun potensi gangguan iklim.
penyelenggaraan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia terus menjadi perbincangan publik hingga di awal 2026.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
HARGA ayam dan komoditas cabai merah keriting di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, menjelang Ramadan 2026 terpantau mengalami kenaikan.
Pemerintah Kabupaten Bangka akan berupaya membantu menstabilkan kembali harga daging ayam, agar masyarakat terbantu.
MEMASUKI kuartal akhir tahun, Indonesia menghadapi dinamika harga pangan yang menuntut kewaspadaan.
Harga iPhone 16 di Indonesia tiba-tiba naik hingga Rp 1 juta setelah peluncuran iPhone 17. Simak penjelasan lengkap penyebab kenaikannya.
Awalnya, penyesuaian direncanakan mulai berlaku pada 1 Mei 2025. Nsmun pelaksanaan serentak akhirnya diputuskan pada Senin, 16 Juni 2025.
KPPU mengungkapkan berdasarkan hasil survei pemantauan di pasar tradisional, ditemukan bahwa mayoritas komoditas pangan mengalami lonjakan harga menjelang Lebaran 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved