Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
WALL Street membukukan persentase penurunan mingguan terbesar sejak Januari dan turun tajam pada akhir perdagangan Jumat atau Sabtu pagi WIB (11/6), karena kenaikan harga-harga konsumen Amerika yang lebih curam dari perkiraan pada Mei memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve.
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 880,00 poin atau 2,73 persen, menjadi menetap di 31.392,79 poin. Indeks S&P 500 terpuruk 116,96 poin atau 2,91 persen, menjadi berakhir di 3.900,86 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun tajam 414,21 poin atau 3,52 persen, menjadi 11.340,02 poin.
Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumen non-primer dan teknologi masing-masing tergelincir 4,16 persen dan 3,89 persen, memimpin kerugian.
Indeks-indeks utama mencatat persentase penurunan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 21 Januari, dengan Dow Jones jatuh 4,58 persen, S&P 500 anjlok 5,06 persen dan Nasdaq merosot 5,60 persen untuk minggu ini.
Saham-saham teknologi dan pertumbuhan, yang penilaiannya lebih bergantung pada arus kas masa depan, memimpin penurunan. Microsoft Corp, Amazon.com Inc dan Apple Inc mendorong kerugian di S&P 500.
Menyusul laporan inflasi, imbal hasil obligasi pemerintah dua tahun, yang sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, melonjak menjadi 3,057 persen, tertinggi sejak Juni 2008. Imbak hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai 3,178 persen, tertinggi sejak 9 Mei.
Laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (10/6/2022) menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) meningkat 1,0 persen bulan lalu setelah naik 0,3 persen pada bulan April. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan IHK bulanan naik 0,7 persen.
Sementara itu, IHK secara tahun-ke-tahun melonjak 8,6 persen, kenaikan terbesar sejak 1981 dan menyusul lonjakan 8,3 persen pada Mei.
Saham-saham telah bergejolak tahun ini, dan penjualan baru-baru ini sebagian besar terkait dengan kekhawatiran atas inflasi, kenaikan suku bunga dan kemungkinan resesi.
"Laporan hari ini akan menghilangkan kepura-puraan bahwa 'jeda' kenaikan suku bunga kemungkinan akan tepat pada akhir musim panas, karena The Fed jelas masih berada dalam situasi sulit untuk mengendalikan inflasi," kata Jason Pride, kepala investasi di Glenmede di Philadelphia.
Laporan inflasi diterbitkan menjelang kenaikan suku bunga 50 basis poin kedua yang diantisipasi dari Fed pada Rabu (15/6/2022). Setengah poin persentase lebih lanjut diperkirakan untuk Juli, dengan peluang kuat untuk pergerakan serupa pada September.
Satu kekhawatiran adalah bahwa dorongan agresif yang lebih tinggi pada suku bunga oleh Fed dapat mengirim ekonomi ke dalam resesi.
Di antara pecundang hari ini, Netflix Inc tergelincir 5,1 persen setelah Goldman menurunkan peringkat saham raksasa video streaming tersebut menjadi "jual" dari "netral" karena kemungkinan lingkungan makro yang lebih lemah.
Volume transaksi di bursa AS mencapai 12,62 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,88 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Dirawat di ICU 5,5 Tahun, Wulan Bersyukur Suaminya Ikut BPJamsostek
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, mengalami penguatan.
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi teknologi di industri pasar modal Indonesia melalui peluncuran versi terbaru LADI.
IHSG Selasa (24/2/2026) dibuka menguat 31,97 poin atau 0,44% ke posisi 7.218,34. Simak analisis pergerakan bursa saham domestik hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved