Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Indonesia Energy Watch (IEW) Adnan Rarasina mendukung penuh komitmen pemerintah dan Pertamina dalam menjamin ketersediaan BBM dan LPG subsidi di seluruh wilayah Tanah Air.
"Memang tidak ringan, karena masih terimbas pandemi Covid-19 dan kondisi geopolitik yang berdampak terhadap seluruh rantai pasok," ujarnya.
“Rantai pasok jelas berubah dan bisa menjadi hambatan. Termasuk melonjaknya harga minyak mentah dunia. Tetapi kita harus yakin, bahwa Pemerintah dan Pertamina mampu. Kita semua harus mendukung,” kata Adnan di Jakarta, Jumat (10/6).
Keyakinan Adnan tak lepas dari reputasi Pertamina selama ini. Sebagai BUMN yang sangat berpengalaman, Adnan mengakui bahwa Pertamina memiliki kinerja yang membanggakan dari hulu ke hilir.
“Selain itu, dedikasi Pertamina kepada Tanah Air, tentu tak perlu diragukan lagi. Selama ini pun, untuk hilir misalnya, hanya Pertamina yang bersedia menerobos ke berbagai wilayah terpencil di Indonesia,” kata dia.
“Begitu juga dengan Pemerintah. Saya percaya, saat memutuskan untuk menambah subsidi dan alokasi, Pemerintah tentu sudah memperhitungkan mengenai jaminan ketersediaan,” lanjut Adnan.
Baca juga: Jual Solar Subsidi, Ternyata Pertamina Nombok Rp 7.300 Per Liter
Menurut Adnan, kemampuan Pertamina dalam menjaga operasional dari hulu ke hilir , memang menjadi kunci jaminan pasokan BBM dan LPG subsidi ke berbagai pelosok Tanah Air.
“Jadi kalau bicara soal jaminan ketersediaan BBM dan LPG subisidi, hendaknya tidak hanya melihat dari sisi hilir. Hulu dan pengolahan juga beperan sangat penting,” kata Adnan.
Pada sisi hulu, misalnya, Pertamina terus berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas. Pada April 2022, misalnya, produksi mencapai 969 MBOEPD.
Untuk meningkatkan produksi migas, Pertamina terus menambah sumur eksplorasi, sumur eksploitasi, sumur workover dan well service.
Begitu juga pada sisi pengolahan. Pada sisi ini, Pertamina terus memperkuat keandalan operasional kilang, meningkatkan kualitas produk, dan mempercepat penyelesaian proyek-proyek pembangunan kilang.
Langkah Pertamina untuk memastikan pasokan energi nasional, menurut Adnan juga terlihat pada ketahanan pasokan BBM dan LPG, termasuk BBM dan LPG Subsidi.
Saat ini, menurut Adnan, ketahanan pasokan BBM bersubsidi secara nasional dalam kondisi aman, di mana Pertalite berada di kisaran 17 hari dan Solar Subsidi 22 hari dan LPG 17 hari.
Sebelumnya, pemerintah memang mengambil kebijakan untuk menambah subsidi BBM dan LPG. Penambahan anggaran subsidi BBM dan LPG tersebut, dilakukan di tengah kenaikan harga minyak dunia dan tingginya komoditas global.
Hingga saat ini, pemerintah juga belum memutuskan perubahan harga untuk BBM dan LPG subsidi. Tentu ini dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat, meski beban ini tentu berat bagi pemerintah. (RO/OL-09)
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
PT Pertamina (Persero) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi borong atau panic buying BBM karena stok bahan bakar sepanjang Lebaran dipastikan aman.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan mengatakan, bahwa peningkatan konsumsi tertinggi untuk BBM terjadi selama 3 kali, terutama untuk Gasoline atau bensin.
Saat ini kebutuhan BBM dan LPG memang masih ada berpotensi meningkat, karena meskipun libur Tahun Baru sudah berakhir, namun aktivitas masyarakat kembali normal.
Setelah berhasil mengamankan stok BBM saat arus mudik, Pertamina akan fokus mengelola pasokan BBM di daerah tujuan mudik dan daerah wisata.
Kepastian ini kata SYL diperoleh setelah jajaran kementan turun labgsung ke pasar-pasar maupun gudang-gudang pangan yang ada di seluruh Indonesia.
Wakil Komisaris Utama Pertamina Pahala Mansury meninjau langsung sarana dan fasilitas (sarfas) Integrated Terminal Palembang, Senin (17/4).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved